digtara.com -Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap satu orang korban yang masih hilang akibat tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (13/10).
Kapal dengan Person on Board (POB) sebanyak 30 orang tersebut dilaporkan terbalik dan tenggelam setelah melintasi pusaran arus di perairan sekitar Pulau Tatawa, Labuan Bajo, Kabupaten
Manggarai Barat, NTT.
Hingga pelaksanaan operasi SAR hari keempat pada Jumat (16/10/2026), satu orang korban atas nama Veronica Beatrix Jessica, warga negara Indonesia, masih dalam pencarian.
Pada Jumat, 16 Oktober 2026, sebanyak 132 personel Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian sejak pagi hingga sore hari dengan mengerahkan penyelam, peralatan khusus bawah air, serta melakukan penyisiran di permukaan laut dengan total jarak mencapai 45,29 mil laut (nautical mile).
Tim penyelam melaksanakan penyelaman di sejumlah titik pencarian, termasuk di sekitar Pulau Tatawa Kecil, pada kedalaman sekitar 20 meter.
Penyelaman berlangsung selama 30 hingga 45 menit pada setiap kegiatan. Selain itu, penyelaman juga dilakukan di sekitar Pulau Bugis untuk memperluas upaya pencarian.
Pencarian bawah air turut didukung dengan penggunaan ROV (Remotely Operated Vehicle) milik PT Famindo yang diturunkan hingga kedalaman sekitar 99 meter untuk membantu pemantauan kondisi bawah laut. Namun, hasil pemantauan pada titik tersebut masih nihil.
Tim SAR Gabungan juga mengerahkan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya untuk melakukan tiga kali penyisiran bawah air di sejumlah area pencarian, meliputi perairan Mawan, Batu Bolong, Siaba, serta kawasan Pulau Tatawa.
Upaya pencarian menggunakan peralatan tersebut belum membuahkan hasil dalam menemukan korban.
Baca Juga: Cari Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Tim Pakai Drone dan Metode Penyelaman Pada pukul 11.21 WITA,
Tim SAR Gabungan menemukan satu buah jaket pelampung (life jacket) milik
KM Feronia.
Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil operasi hari keempat dan bahan evaluasi untuk mendukung pelaksanaan pencarian selanjutnya.
Hingga sore hari, berbagai upaya pencarian yang dilakukan melalui penyelaman, penggunaan peralatan bawah air, dan penyisiran permukaan laut belum berhasil menemukan korban.
Dengan demikian, hasil pencarian pada operasi SAR hari keempat masih nihil dan satu orang korban masih dalam pencarian.
Sebanyak 132 personel
Tim SAR Gabungan terlibat dalam operasi pencarian, dengan dukungan 27 penyelam (diver), yang terdiri atas Kantor SAR Maumere sebanyak sembilan orang penyelam, Lanal Labuan Bajo dengan tiga orang penyelam, TNI AL Koarmada II Surabaya dengan tujuh orang penyelam dan P3KOM Labuan Bajo sebanyak delapan orang penyelam.
Dalam kegiatan ini, tim menggunakan peralatan untuk mendukung operasi pencarian seperti drone thermal Kantor SAR Maumere, ROV milik PT Famindo, single beam sonar Ditpolair Polda NTT dan side scan sonar Koarmada II TNI AL Surabaya.
Pada Jumat petang, Tim SAR Gabungan kembali ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk melaksanakan evaluasi dan debriefing setelah rangkaian operasi SAR hari keempat selesai.
Operasi SAR hari kelima direncanakan kembali dilanjutkan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 Wita.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian dan memperkuat koordinasi di lapangan guna menemukan korban.