digtara.com -Operasi SAR Gabungan mencari korban kapal tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat memasuki hari kelima pada Sabtu (17/10/2026).
Hingga Sabtu petang, pencarian belum membuah hasil dan masih nihil.
Pada pencarian hari kelima Tim SAR Gabungan yang berjumlah 226 personel kembali melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu orang korban yang masih hilang akibat tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapal tradisional pengangkut penumpang dengan Gross Tonnage (GT) 51 tersebut mengalami kecelakaan pada Selasa, 13 Oktober 2026, setelah melintasi pusaran arus hingga terbalik dan tenggelam.
Dari total 30 orang yang berada di atas kapal (Person on Board/POB), satu orang korban atas nama Veronica Beatrix Jessica masih dalam pencarian.
Operasi SAR hari kelima diawali dengan pengarahan (briefing) serta persiapan personel dan alat utama pada pukul 06.00 WITA.
Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan memperluas area penyisiran hingga 50 mil laut dari lokasi kejadian.
Pada pukul 07.30 WITA, unsur TNI AL dari KRI Satran Pulau Fani (PFN-731) Koarmada II yang bertolak dari Surabaya tiba di lokasi kejadian dan langsung bergabung dalam operasi pencarian.
Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam sembilan Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan sejumlah kapal dan perahu.
Baca Juga: Operasi SAR Hari Keempat, Korban Belum Ditemukan dan Tim SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung KM Feronia Penyisiran juga dilakukan oleh RIB Pos SAR Manggarai Barat bersama keluarga korban di sekitar Pulau Padar Utara, Pulau Serai, dan Pulau Mawan untuk memperluas jangkauan pencarian.
Selain penyisiran di permukaan laut, Tim SAR Gabungan mengoptimalkan pencarian bawah air dengan mengerahkan sonar multibeam dari Distrik Navigasi Kupang, side scan sonar Koarmada II TNI AL Surabaya, serta ROV (Remotely Operated Vehicle) milik PT Famindo.
Pada pukul 09.00 WITA, tim sonar multibeam Distrik Navigasi Kupang melaksanakan pencarian di perairan antara Pulau Tatawa Besar dan Pulau Siaba Besar, dengan pemeriksaan pada kedalaman sekitar 47 hingga 100 meter.
Pada pukul 09.00 hingga 11.30 WITA, tim side scan sonar Koarmada II TNI AL Surabaya melakukan pencarian di perairan Pulau Siaba Besar hingga ke arah timur pulau tersebut, pada kedalaman mencapai 80 meter.
Hasil pemeriksaan belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan bangkai
KM Feronia maupun korban.
Selanjutnya, pada pukul 10.00 WITA, tim RIB Pos SAR Manggarai Barat bersama keluarga korban melaksanakan pencarian menggunakan ROV milik PT Famindo hingga kedalaman sekitar 80 meter di perairan antara Pulau Tatawa Kecil dan Batu Bolong.
Pencarian menggunakan side scan sonar kembali dilaksanakan pada pukul 13.00 hingga 17.30 WITA di perairan utara Pulau Rinca, pada kedalaman mencapai 80 meter.
Namun, hasil pemeriksaan tersebut juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan bangkai kapal maupun korban.
Pada pukul 09.17 WITA,
Tim SAR Gabungan yang melaksanakan pencarian menggunakan kapal Red Whale II menemukan satu buah jaket pelampung (life jacket) yang diduga milik
KM Feronia di perairan Pulau Padar.
Temuan tersebut dicatat sebagai bagian dari perkembangan operasi SAR hari kelima dan menjadi bahan evaluasi untuk mendukung upaya pencarian selanjutnya.
Hingga pukul 18.00 WITA, upaya pencarian melalui penyisiran permukaan laut, pemeriksaan menggunakan sonar multibeam, side scan sonar, serta ROV milik PT Famindo belum membuahkan hasil dalam menemukan korban.
Tim SAR Gabungan kemudian kembali menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk melaksanakan debriefing dan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi SAR hari kelima.
Operasi SAR hari keenam (H.6) direncanakan kembali dilanjutkan pada Minggu, 18 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 WITA.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian, memperluas area penyisiran, serta memanfaatkan peralatan pendukung guna menemukan korban.
Operasi SAR hari kelima melibatkan 26 unsur, yaitu Kantor SAR Maumere, KRI Satran Pulau Fani (PFN-731) Koarmada II, Lanal Labuan Bajo, Pos TNI AU Labuan Bajo.
Polairud Baharkam Polri, P3KOM Labuan Bajo, Polairud Polda NTT, Polairud Polres Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, KKP Kupang, SROP Labuan Bajo, Distrik Navigasi Kupang dan Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat.
Selain itu PT Sagara Raksabumi Amaraloka, Gahawisri, BPOLBF Labuan Bajo, BMKG Manggarai Barat, BPBD Kabupaten Manggarai Barat, PHC Labuan Bajo, Tim Speed Waikiko 1, Tim Speed Waikiko 2, Tim Open Deck Kamilia, Tim Speed Matahari 7, relawan dan keluarga korban.
Baca Juga: Operasi SAR Hari Keempat, Korban Belum Ditemukan dan Tim SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung KM Feronia Tim mengerahkan peralatan untuk mendukung operasi SAR hari kelima meliputi RIB Pos SAR Manggarai Barat, RBB Lanal
Labuan Bajo, RBB KSOP
Labuan Bajo.
Asa pula KRI Satran Pulau Fani (PFN-731) Koarmada II RIB penyelam P3KOM Labuan Bajo, RIB Polairud Polda NTT, Speedboat patroli KSOP Labuan Bajo, SeaRider KP Bima Baharkam Polri, KP Mengkudu Polres Manggarai Barat.
Speedboat Waikiko 1, Speedboat Waikiko 2, Speedboat Elrora, Speedboat Mac. Cruise, Speedboat Red Whale II, Kapal Open Deck Kamilia, Speedboat Matahari 7, Speedboat BPOLBF Labuan Bajo.
KM Hiu Macan 03 dari KKP Kupang, KPC XXII-2007 Polairud Polda NTT, Kapal kayu nelayan Labuan Bajo, Peralatan SAR medis, Peralatan SAR air, Peralatan evakuasi, Drone thermal Kantor SAR Maumere, ROV milik PT Famindo, Single beam sonar Ditpolairud Polda NTT, Side scan sonar Koarmada II TNI AL Surabaya dan Sonar multibeam Kantor Distrik Navigasi Kupang.