digtara.com -Sebanyak 120 dari 145 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Angkatan 2025 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara mengikuti pelatihan kesamaptaan di Deli Serdang pada 15–17 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar bersama Kodam I/Bukit Barisan dan Yonif 121/Macan Kumbang.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat ketahanan fisik, membentuk mental yang tangguh, serta meningkatkan kedisiplinan dan integritas aparatur imigrasi dalam menjalankan tugas negara.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, mengatakan kesamaptaan merupakan salah satu modal penting bagi pegawai imigrasi. Menurutnya, tugas keimigrasian tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada warga negara Indonesia, tetapi juga pengawasan terhadap lalu lintas orang di pintu masuk internasional.
Sumatera Utara memiliki sejumlah pintu masuk internasional, termasuk Bandara Internasional Kualanamu dan sejumlah pelabuhan. Kondisi tersebut menuntut aparatur imigrasi yang tangguh, disiplin, dan profesional dalam memberikan pelayanan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan.
"Kesamaptaan bukan sekadar latihan lari, baris-berbaris, atau uji kebugaran fisik belaka, melainkan bagian dari upaya kita membentuk karakter aparatur yang tangguh, tertib, berintegritas, dan siap menjalankan amanah negara," kata Parlindungan.
Pelatihan Kesamaptaan Perkuat Disiplin dan Integritas
PNSMelalui kegiatan tersebut, para peserta dilatih membangun ketahanan fisik, kedisiplinan, dan standar kerja yang tinggi. Pembinaan ini juga diarahkan untuk memperkuat penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, baik dalam pelayanan publik maupun ketika menjalankan tugas di lapangan.
Parlindungan berharap pembinaan jasmani dan mental dapat menjadi fondasi bagi setiap pegawai dalam menjaga integritas. Pegawai diharapkan mampu mempertahankan disiplin, mengendalikan emosi, serta menolak segala bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan tugas.
Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan kesamaptaan juga menjadi sarana membangun solidaritas antarpeserta. Mereka didorong untuk saling mendukung ketika menghadapi kesulitan selama mengikuti setiap tahapan pelatihan.
Menurut Parlindungan, kebersamaan dan kemampuan bekerja sama merupakan bagian penting dalam membangun aparatur yang dapat diandalkan. Sikap tersebut perlu diterapkan tidak hanya selama pelatihan, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Baca Juga: SKD Poltekimipas 2026 di Sumut Selesai, 1.147 Peserta Ikuti Ujian CAT
PNS Imigrasi Sumut Diminta Jaga Nama Baik InstitusiParlindungan mengingatkan bahwa perilaku dan kualitas pelayanan setiap pegawai turut menentukan citra institusi imigrasi di mata masyarakat. Karena itu, seluruh aparatur harus menjaga amanah dan kepercayaan publik melalui sikap profesional serta pelayanan yang bertanggung jawab.
Ia meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh, tidak mencari jalan pintas, tetap mengutamakan keselamatan, dan menjaga nama baik institusi.
Ia berharap PNS Angkatan 2025 dapat menjadi angkatan yang disiplin, solid, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pembinaan tersebut juga diharapkan mendukung arahan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko melalui semangat "Imigrasi untuk Rakyat", serta sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.
Dengan penguatan fisik, mental, dan karakter, para pegawai diharapkan semakin siap menghadapi tantangan tugas keimigrasian sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik di Sumatera Utara.
Baca Juga: SKD Poltekimipas 2026 di Sumut Selesai, 1.147 Peserta Ikuti Ujian CAT