digtara.com | SORONG – Puluhan orang memblokade Jalan Basuki Rachmat tepatnya di depan Polsek Sorong Timr, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (18/10/2019) siang.
Mereka memblokade jalan dengan membakar ban bekas di tengah jalan. Kondisi ini membuat pengguna jalan yang akan melintas, terpaksa memutar.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lambannya kinerja Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap Fernando, salah seorang kerabat mereka. Fernando sebelumnya ditemukan tewas dengan penuh luka di salah satu Sungai di kawasan Makbon, Sorong pada 16 September 2019 silam.
Jenazah Fernando ditemukan penuh luka di salah satu Sungai di kawasan Makbon, Sorong pada 16 September 2019 silam (Phyl/digtara)
Pantauan digtara.com, puluhan personil Polisi dari Polres Sorong Kota dikerahkan guna antisipasi gangguan kamtibmas dipicu aksi tersebut. Mereka dibantu pasukan Brimob Nusantara bersenjata lengkap.
Walau sempat bersitegang dengan pihak Kepolisian, warga akhirnya membuka blokade. Itu setelah melalui proses mediasi yang dilakukan langsung Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky K Abadi.
Massa yang merupakan keluarga dan kerabat korban mengecam akan melakukan aksi yang lebih besar. Itu akan dilakukan jika dalam jangka waktu seminggu ke depan tidak ada pengungkapan pelaku oleh pihak Kepolisian.
Suasana blokade jalan di depan Mapolres Sorong Timur, Jalan Basuki Rachmat KM 12 Kota Sorong (Phyl/digtara)
Menanggapi tuntutan keluarga korban, pihak kepolisian nyatakan tetap berupaya untuk melakukan pengungkapan terhadap pelaku dalam kasus tersebut.
“Untuk penanganan kasus yang terjadi bulan lalu, penemuan mayat di daerah Makbon, kita Polsek Sorong Timur tetap berupaya untuk melakukan pencarian terhadap pelaku yang kita duga,” tegas Kapolsek Sorong Timur, AKP. Alexander Putra.
Polisi memadamkan ban bekas yang dibakar warga untuk memblokade jalan (phyl/digtara)
Sejumlah nama terduga pelaku kini tengah dikantongi dan kini dalam proses penyelidikan mendalam pihak kepolisian setempat.
Usai menyampaikan aspirasinya, Warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
[AS]