Syahbandar Periksa Kapten dan ABK Kapal Plataran Phinisi Bali

Imanuel Lodja - Kamis, 23 Januari 2020 05:57 WIB

digtara.com | KUPANG – Penanganan tenggelamnya kapal Plataran Phinisi Bali di perairan Pulau Bidadari Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/1/2020) lalu terus dilakukan.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Handoyo Santoso, SIK kepada wartawan, Kamis (23/1/2020) mengakui kalau pihaknya sudah menginterogasi para crew kapal dan penumpang kapal. Namun saat ini penanganan lebih lanjut masih dilakukan pihak syahbandar Labuan Bajo.

“(Crew kapal) Masih diperiksa syahbandar Labuan Bajo,” tandas Kapolres Manggarai Barat.

Kepala Syahbandar Labuan Bajo, Simon Baun memastikan kalau kapal Plataran Phinisi Bali milik Plataran Resor Labuan Bajo bukan kapal yang ditumpangi Presiden RI Ir H Joko Widodo saat berkunjung ke Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat 19-21 Januari 2020 lalu.

Pihaknya sudah mengingatkan kepada Plataran Resor Labuan Bajo agar mengikuti setiap prosedur yang ada. “Setiap pergerakan kapal harus dikoordinasikan dengan pihak Syahbandar Labuan Bajo karena sesuai perkiraan BMKG cuaca sangat tidak bersahabat,” tandasnya.

Pihak Plataran Resor Labuan Bajo belum mengevakuasi kapal Plataran Phinisi Bali dan masih karam di perairan Pulau Bidadari Kabupaten Manggarai Barat. Syahbandar Labuan Bajo sudah memeriksa Joshua selaku penanggungjawab plataran Resor selaku pemilik kapal yang tenggelam.

Ikut diperiksa Andy Ahmad (28) selaku kapten kapal dan tiga orang ABK/Crew Kapal yakni Densi Gau (40), Muhamad Roni (20) dan Muhamad Wahyu (20) KLM Plataran Phinisi Bali ini mengalami insiden pada Selasa (21/1/2020) sekira pukul 12.00 Wita dikarenakan cuaca buruk (angin) disekitar pulau Bidadari Kabupaten Manggarai Barat pada koordinat S 08° 28 541′ – E 119° 50 947′.

Kapal tenggelam di dekat pulau Bidadari Kabupaten Manggarai Barat sekitar 15 menit pelayaran dari hotel Plataran Labuan Bajo Manggarai Barat. Kapten Kapal Plataran Phinisi Bali, Andy Ahmad (28) warga MTS Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat menyebutkan kalau pada pukul 11.00 wita Kapal KLM Plataran Phinisi Bali bertolak dari dermaga Kayu Plataran Resort Labuan Bajo menuju ke Bidadari yang berjarak sekitar 0,5 mil untuk pengambilan gambar panorama dengan menggunakan Layar Kapal.

Kapal memuat 16 orang yakni satu orang kapten kapal, Andy Ahmad, tiga orang ABK/Crew Kapal yakni Densi Gau (40), Muhamad Roni (20) dan Muhamad Wahyu (20). 12 orang tamu yakni satu orang Istri ABK/Crew Kapal, satu orang anak ABK/Crew Kapal dan sembilan orang tamu Pers/media Kepresidenan.

Para tamu dari Jakarta yakni Edho Ferdinazah (38), Anindyka Pribadi (28), Sri Krismastianti Barumo Suryo Kusumo (28), Agus Rahmat (34), Agus Susilo (39), Deska Nidia Natalia (33).Lisa Ekeham (26), Nita Sari (40), Iwan (40).

Selain Jack (41) yang juga guide), Hasnintang (38) yang juga istri ABK serta Danis (9), anak dari ABK. Pukul 11.30 wita saat telah tiba di perairan Pulau Bidadari posisi kapal langsung berputar haluan menuju ke arah Labuan Bajo dan kapal terus berlayar.

Sekitar pukul 12.00 wita, tiba-tiba angin kencang menerpa kapal dimana layar kapal yang sebelumnya digunakan saat berlayar belum sempat diturunkan. Kapal langsung terbalik dan terjatuh ke sebelah kiri.

Saat itu juga kapten kapal dan crew kapal langsung mengeluarkan Life jacket dan life raf untuk digunakan oleh para penumpang. Pada pukul 12.15 wita, tiga unit speed boat milik Plataran menuju ke Perairan Bidadari untuk mengevakuasi seluruh penumpang kapal yang selamat dan langsung dibawa menuju ke Plataran Resort Labuan Bajo.

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Lagi, Korban Tenggelam Saat Nonton Kapal Kandas di Sumba Barat Daya Ditemukan

Nusantara

Balita di Kabupaten Sikka Ditemukan Tenggelam dalam Lubang Galian MCK

Nusantara

Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam dalam Sungai

Nusantara

Hari Kelima Pencarian Siswa di Lokasi Wisata Air Terjun, Tim SAR Gabungan Kerahkan Tiga Regu

Nusantara

Cari Siswa Tenggelam, Tim SAR Gabungan Sisir Lokasi dan Lakukan Penyelaman

Nusantara

Cuaca Ekstrem Sulitkan Pencarian Korban Tenggelam, Lokasi Wisata Air Terjun Ditutup Sementara Bagi Pengunjung