digtara.com | BANDA ACEH – Seekor anak gajah betina berusia 1,5 tahun mati dalam di Camp Conservation Respon Unit Serba jadi, Aceh Timur, Aceh. Anak gajah itu diduga mati karena gangguan pencernaan.
“Bayi gajah itu mati karena sakit pada Jum’at (7/2/2020) sekitar pukul 02.00 WIB di CRU Aceh Timur,” Kata kepala BKSDA Aceh Agus Arianto dalam keterangan yang diterima digtara.com, Senin (10/2/2020).
Anak gajah betina bernama Salma itu ditemukan terjerat babi di kawasan hutan Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur pada tanggal 09 Juni 2019 lalu.
“Setelah dievakuasi ke CRU dan dirawat sejak Juni 2019 lalu kondisi luka di bagian kaki sebelah kiri depan sudah mulai membaik, dalam proses penyembuhan,” tambah Agus.
Namun kondisi gajah Sumatera itu menurun sejak Desember 2019, nafsu makan anak gajah tersebut terus menurun.
Sejak gajah Salma dievakuasi dari lokasi jerat sampai menjelang kematian, Salma tidak terlihat selincah dan seagresif umumnya bayi gajah lain.
“Kita sudah lakukan proses penyembuhan, dibantu tim dokter BKSDA Aceh dan dokter dari mitra kita Forum Konservasi Leuser, beberapa perlakuan khusus diberikan untuk mengatasi tingkat stresnya yang berhubungan dengan immunitas, antibodinya,” jelas Agus
Berdasarkan pemeriksaan itu, Salma disebut menderita anemia. Petugas pun memberikan perlakuan khusus, tapi tak menunjukkan perubahan signifikan.
“Anemia yang dialami gajah Salma disebabkan proses pembentukan sel darah merahnya mengalami gangguan akibat limpanya tidak berkembang secara normal hingga menyebabkan bayi gajah itu mati,” tutup Agus.