Soal Demo Tandingan #SaveBabi, Gubsu: Udahlah, Berpikir Kita Positif

- Kamis, 13 Februari 2020 05:57 WIB

digtara.com | MEDAN – Pasca demo #SaveBabi di Medan, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi demonstrasi tandingan massa gerakan #SaveBabi yang digelar pada Senin (10/2) lalu.

Hal itu diungkapkan Edy menyusul adanya rencana unjuk rasa Koalisi Umat Islam Sumatera Utara, pada Jumat (14/2) besok.

“Untuk semua saja saya katakan. Udahlah, berpikir kita positif,” katanya.

Dia mengatakan, aksi massa #SaveBabi pada Senin lalu terjadi karena masyarakat menerima informasi yang salah dari media massa. Aksi tersebut dipicu oleh pemberitaan media yang menyebut bahwa Edy berencana memusnahkan babi di Sumut.

“Padahal saya tidak pernah bilang begitu,” katanya.

Salah satu isu yang diangkat oleh massa koalisi tersebut adalah menolak Hari Kedaulatan Babi yang dikampanyekan massa #SaveBabi. Menurut Edy, aksi unjuk rasa yang berkaitan dengan babi sebaiknya jangan dilakukan, karena dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan di masyarakat.

Edy bahkan menyalahkan wartawan yang bertugas di unit Pemprov Sumut. “Sudahlah itu. Yang pastinya ini kesalahan kalian. Kalian yang paling salah. Karena mareka menuduh saya untuk memusnahkan babi,” ungkapnya.

Menurut dia, wartawan juga seharusnya mampu menjaga kekondusifan di masyarakat. Jika ada warga yang menuduh dia akan memusnahkan babi, seharusnya wartawan bisa meluruskan tuduhan itu dengan menyebut bahwa Edy tidak pernah berencana memusnahkan babi.

“Tapi kalian yang orang paling dekat sama saya, kalian tidak menampik itu. Sehingga berkembanglah itu. Untuk itu terjadilah pendapat masing-masing,” keluhnya.

Dia mengaku lelah dengan masalah babi yang ada di Sumatera Utara. Pertemuan demi pertemuan terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik dari masalah ini. Sejumlah langkah telah ditempuh agar hog cholera dan afican swine fever (ASF) yang menyerang babi di Sumut tak menyebar dan berdampak negatif terhadap ekonomi masyarakat.

Masalah ini juga dinilai sangat sensitif, sehingga dia sangat berhati-hati dalam mengambil langkah maupun mengeluarkan statemen di media massa.

“Begitu bicara babi, pasti (pikiran langsung lari) ke Nasrani. Kemudian ada pihak lain, mereka pasti berpihak ke saya,” ungkapnya.

Dia tak mau masalah ini justru menyebabkan gesekan lain di masyarakat. “Kalau ini clash (bentrok), saya yang goblok. Saya berharap, sudah hentikan itu, mari kita pikirkan bagaimana solusinya,” pungkas Edy.

Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Koalisi Umat Islam Sumatera Utara melalui pesan berantainya menyebut akan melakukan aksi tandingan pada Jumat besok. Mereka menolak Hari Kedaulatan Babi yang dikampanyekan massa #SaveBabi pada Senin lalu.


Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Nusantara

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Nusantara

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Nusantara

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Nusantara

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Nusantara

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa