digtara.com | MADINA – Serang oknum kepala desa di Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, diberhentikan dari jabatannya. Kepala Desa berinisial KAH alias Khoirul itu, diberhentikan karena patut diduga terlibat dalam kelompok pengajian yang menyebarkan ajaran sesat.
Pemberhentian Khoirul tertuang dalam surat keputusan (SK) Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) nomor : 141/0143/k/2020 tentang pemberhentian kepala desa dan pengangkatan pejabat kepala desa. SK Bupati tersebut dibuat sesuai dengan hasil rapat Forkopimda bersama MUI Madina.
Dari hasil keterangan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Madina bahwa pengajian Tariqot yang ada di Desa Rumbio merupakan pengajian aliran sesat,” ujar Sekda Madina, Gozali Pulungan seperti dilansir Antara, Rabu (26/2/2020).
Gozali mengatakan, Pemkab bersama MUI juga sudah mengeluarkan surat edaran larangan atas aliran tersebut.
“Dalam aktifitas pengajian Tariqot tersebut Kades terindikasi terlibat sehingga Pemkab Madina memberhentikannya,” ujarnya.
Aliran Tariqot pimpinan Darma Lubis (Bayo Angin atau Kanjeng) ini sudah berlangsung sekitar 5 tahun terakhir.
Masyarakat Madina khususnya warga Desa Rumbio dan Desa Mompang Julu dihimbau agar lebih selektif melihat pengajian, serta jangan mudah terprovokasi terkait masalah ini.
Pengajian Tariqot di Desa Rumbio itu sempat memicu kemarahan warga dengan merusak tempat pengajian Tariqot dan merusak mobil Kepala Desa Rumbio.
Camat Panyabungan Utara Rido Pahlevi Lubis AP menjelaskan kronolgis kejadian tersebut berawal dari, Senin 24 Februari 2020 lalu.
Saat itu masyarakat mendatangi tempat pengajian dengan berujung pada pengerusakan rumah tempat pengajian sehingga mengakibatkan dua orang luka-luka.
“Puncak kejadian pada Selasa 25 Februari 2020, Darma Lubis memakai mobil Kades datang ketengah kerumunan warga. Dimana kita sedang melakukan musyawarah bersama Muspika dan Muspida tentang persoalan ini,” ujarnya.
“Dan akibat massa begitu banyak akhirnya mobil ringsek, guru Tariqot juga luka luka diamuk massa. Untung pak Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution melalui HP dengan pengeras suara menenangkan massa. Dan berjanji menyelesaikan kekisruhan itu,” ungkapnya.
[AS]