digtara.com | KUPANG – Kapolsek Kupang Timur, Polres Kupang, Ipda Fery Nur Alamsyah, SH dan warga terpaksa memikul peti jenazah untuk dibawa ke lokasi pemakaman.
Mereka harus menempuh perjalanan sejauh dua kilometer lebih sambil mengusung peti jenazah karena ketiadaan kendaraan jenasah maupun kendaraan lain.
Polisi dan warga memikul peti jenazah pada Kamis (13/3/2020) petang sekitar pukul 17.00 wita di Griya Tuapukan Perumahan 64 Desa Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat itu Kapolsek Kupang Timur mengikuti acara pemakaman jenasah Laurenca Soares (68) yang meninggal pada Selasa (10/3/2020).
Karena ketiadaan kendaraan pengantar kenazah ke tempat pemakaman, Kapolsek Kupang Timur Ipda Fery Nur Alamsyah, SH berinisiatif dan menyarankan agar jenasah dipikul secara bersama ke tempat pemakaman.
Jarak rumah duka dan tempat Pemakaman Umum (kuburan) sekitar dua kilometer lebih.Saran tersebut mendapat sambutan baik dari keluarga duka maupun para pemuda (mayoritas warga baru/eks warga Timor Leste) sekitar rumah duka.
Kapolsek bersama keluarga dan para pemuda pun secara bergantian membawa peti jenazah hingga tiba di tempat Pemakaman Umum di desa Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Selanjutnya dilaksanakan acara ibadah pemakaman sebelum jenasah dimakamkan.