digtara.com | KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana menutup sementara sejumlah perbatasan antara Indonesia-Timor Leste yang ada di wilayahnya. Seperti di Belu, Timor Tengah Utara dan juga Malaka.
Rencana penutupan sementara waktu ini dilakukan, untuk menghindari paparan Virus Corona yang semakin mewabah di Indonesia.
Kepala Biro Humas Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu menegaskan, pada Senin, 16 Maret 2020 akan dilakukan rapat bersama seluruh Forkopimda untuk mengkaji rencana penutupan sementara tersebut.
“Hari Senin ini akan dilakukan rapat bersama untuk menutup sementara perbatasan Timor Leste seperti yang dikatakan bapak gubernur tadi. Nah hari Senin kami akan memutuskan, kapan akan dimulai dan apakah nanti hanya perbatasan darat, udara maupun laut. Ini adalah satu langkah antisipatif pemerintah terkait dengan menyebarnya Virus Korona,” katanya.
Menurut Marius, rencana penutupan sementara perbatasan hanya untuk melindungi masyarakat Nusa Tenggara Timur dari penyebaran Virus Corona. Terkait kapan dibuka kembali, pemerintah akan memantau perkembangan situasi yang ada.
“Rencana ini akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat karena Pos Lintas Batas Negara Terpadu merupakan otoritas pusat. Namun sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, dan gubernur sebagai pemimpin daerah mempunyai kebijakan untuk melindungi masyarakatnya. Jadi tujuan kita hanya untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, rapat yang digelar akan menghadirkan Danrem, Kapolda, Imigrasi, Bea Cukai serta Badan Perbatasan untuk bersepakat kapan ditutup dengan durasi berapa lama.
https://youtu.be/42kqKtaz1KU
“Semoga pemerintah pusat hadir untuk bersama memutuskan, kapan ditutup untuk berapa lama dan sebagainya,” tambahnya.
Marius berharap agar masyarakat tidak panik, namun tetap tenang sambil menjaga daya tahan tubuh, membersihkan lingkungan rumah serta selalu mencuci tangan menggunakan sabun, usai beraktivitas.
[AS]