Dua Bidan Suspect Covid-19, Puskesmas Pasir Panjang Kembali Ditutup

Imanuel Lodja - Selasa, 21 Juli 2020 05:44 WIB

digtara.com – Dua bidan yang bertugas di Puskesmas Pasir Panjang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkonfirmasi positif Covid-19.  Keduanya dinyatakan suspect Covid-19 setelah menjalani dua kali tes swab dan hasilnya positif.

Dengan hasil ini maka pelayanan kesehatan di Puskesmas Pasir Panjang kembali ditutup sejak Selasa (21/7/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, Selasa (21/7/2020) mengakui kalau dua pasien itu adalah bagian dari 81 tenaga kesehatan Puskesmas Pasir Panjang yang sebelumnya menjalani swab test.

Tes ini dilakukan setelah sebelumnya seorang dokter Puskesmas Pasir Panjang juga terkonfirmasi positif Korona setelah melakukan perjalanan dari Denpasar, Bali.

“Hasil swab semuanya negatif hingga dilakukan lagi swab test, namun tenaga kesehatan tetap dalam masa inkubasi atau isolasi mandiri dan di Hotel Nelayan Kupang,” jelas Retnowati.

Menurutnya  para tenaga kesehatan melakukan isolasi mandiri selama 15 hari dan dipulangkan ke rumah masing-masing pada 19 Juli 2020 lalu.

“Karena hasilnya lama dan periode pertama negatif maka dipulangkan karena masa isolasi selama 14 hari sudah selesai. Isolasi dari tanggal 3 Juli selama 15 hari dan hari minggu pulang, Senin ada yang positif. Mereka ini ke mana? Isolasi atau tidak? Kenapa bisa positif? Yang lain negatif semua, kenapa dua ini positif kan dokternya tidak pernah kontak dengan siapa-siapa, dari Bandara El Tari langsung menuju rumah sakit,” terang Retnowati.

Baca: Dokter di Puskesmas Positif Covid-19, Seluruh Tenaga Medis Lakukan Swab Test

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Lakukan Tracing

Ia mengatakan, dua bidan sementara ditracing. “Dua bidan tersebut telah menjalani perawatan di RS Wirasakti Kupang,” katanya.

Puskesmas Pasir Panjang yang sempat dibuka pagi, akhirnya ditutup kembali. Sementara tenaga kesehatan yang melakukan kontak erat dengan dua bidan tersebut akan dilakukan tes swab lagi.

“Mereka takutkan kontak yang terjadi beberapa menit tadi. Kalau protokol seperti pakai masker, face shield, jaga jarak diikuti maka kecil kemungkinan terpapar Covid-19. Sekarang kalau diswab test negatif dua kali, dilanjutkan isolasi mandiri tiga sampai 10 hari maka dianggap bebas. Bahkan sekarang dipermudah, swabnya sudah sekali saja,” ujarnya.

Awal juli lalu, seorang dokter di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bertugas di Puskesmas Pasir Panjang positif terpapar covid-19.

Dokter Puskesmas yang juga dokter umum ini usai melakukan perjalanan dari Denpasar, Bali. Dia juga melakukan test swab di Bali.

Baca: Hamili Siswi SMU dan Enggan Tanggungjawab, Petani di Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Juru Bicara Gugus Tugas Kota Kupang, Ernest Ludji, menjelaskan, dokter tersebut mengetahui dirinya positif covid-19 saat tiba di Bandara El Tari Penfui, Kupang.

“Ketika tiba di bandara dan telepon genggamnya diaktifkan maka diketahui bahwa dokter itu positif Covid-19,” ujarnya.

Dokter pun langsung berkoordinasi dengan KPP Bandara El Tari kemudian KPP berkoordinasi dengan RSU SK Lerik yang selanjutnya dievakuasi ke RSU SK Lerik Kota Kupang.

Karena dokter di Puskesmas Pasir Panjang, yang sesuai hasil swab dari salah satu Rumah Sakit di Denpasar positif Covid-19, maka seluruh pegawai dan tenaga medis Puskesmas Pasir Panjang langsung melakukan test swab.

Dua Bidan Suspect Covid-19, Puskesmas Pasir Panjang Kembali Ditutup

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo