digtara.com – Agustinus Jusuf Braham (66), pensiunan PNS Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Provinsi NTT meninggal saat menyetir, di Jalan Anggrek, Kelurahan Oepura, Rabu (19/8/2020). Diduga Serangan Jantung, Pensiunan PNS Tewas saat Menyetir
Korban merupakan warga perumahan Blok H RSS Oesapa, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Dia meninggal sekitar pukul 10.00 wita, saat mengendarai mobil Daihatzu Feroza warna abu-abu nomor polisi DH 1509 AY.
Sejak pagi, korban dan kerabatnya Fransina serta Piter Kia berangkat ke rumah kerabat mereka di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang untuk urusan keluarga.
Sekitar pukul 10.00 wita, korban melintasi Jalan Anggrek bermaksud ke rumah Simon Foenay.
Dalam perjalanan, ketika melintasi jalan rusak, korban diduga terkena serangan jantung. Walau korban sudah tidak berdaya, mobil terus melaju.
Baca: Ngebut di Tikungan, Pria di Kupang Tewas Pasca Kecelakaan
Secara kebetulan Hen Foenay (62), warga Kelurahan Oepura melintas di lokasi tersebut dengan sepeda motor.
“Begitu saya lewat, ada yang panggil saya. Saya awalnya mengabaikan. Pada panggilan ketiga saya mengikuti mobil korban dan saya lihat korban sudah lemas. Dari mulut keluar busa dan muntah,” ujar Hen Foenay saat ditemui di lokasi kejadian.
Selalu Bawa Obat
Ia juga sempat memeriksa korban dan memastikan korban terkena serangan jantung. Pada saku korban ditemukan obat jantung yang selalu dibawa korban.
Hen Foenay pun menelepon Bripka Yopi Sine, Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Oepura.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dengan mobil Innova yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Petugas dari Polres Kupang Kota dan Polsek Maulafa menemukan ada sejumlah uang dan obat issorbide dinitrate di saku korban, dan diserahkan ke anak korban Cyndi Abraham yang datang pasca kejadian ini.
Polisi kemudian melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk visum luar.
“Menurut informasi dari keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung sehingga selalu membawa obat jantung,” ujar Kanit Reskrim Polsek Maulafa, Aiptu DY Hendrik di lokasi kejadian, Rabu (19/8/2020).
Baca: Peringati HUT ke 75 RI, Komunitas Indo Runners Kupang Tempuh Lari 17,8 Km
Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan pasrah serta iklas menerima kematian korban.
https://www.youtube.com/watch?v=_zQr6ZoM-LI
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Diduga Serangan Jantung, Pensiunan PNS Tewas saat Menyetir