Edy Rahmayadi Kembalikan Penanganan Covid-19 di Nias Ke Satgas Kabupaten/Kota

- Senin, 19 Oktober 2020 12:45 WIB

digtara.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengembalikan sepenuhnya penanganan Covid-19 di Kepulauan Nias kepada Satuan Tugas (Satgas) yang sudah dibentuk di masing-masing kabupaten/kota yang ada di kepulauan tersebut.

Keputusan untuk mengembalikan kewenangan itu disampaikan Edy Rahmayadi saat menerima Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, di Rumas Dinas Gubernur Sumut di Medan, Senin (19/10/2020).

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Forum Kepala Daerah se-Kabupaten Nias yang juga Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu. Lalu Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Nias Selatan Ria Telaumbanua dan Plt Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis.

BACA JUGA: Lawan Covid-19, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyekatan di Kepulauan Nias

Edy mengatakan, dikembalikannya kewenangan penanganan Covid-19 di Nias kepada Satgas masing-masing daerah, karena kondisi Covid-19 di wilayah tersebut yang semakin baik.

“Kalau kita lakukan dengan benar, Insya Allah akan selesai masalah Covid-19 di Kepulauan Nias. Penanganan pun tetap berlanjut dengan dilakukan oleh Satgas masing-masing kabupaten/kota,” sebut Edy.

 

PERUBAHAN

Plt Keplaa BPBD Sumut Riadil Lubis menjelaskan, bahwa ada beberapa hal yang berubah setelah penanganan Covid-19 dialihkan ke Satgas kabupaten/kota. Antara lain, selama ini jika ingin masuk ke Kepulauan Nias harus dengan menunjukkan hasil swab negatif. Maka setelah tanggal 20 Oktober 2020, setiap orang yang ingin masuk ke Nias cukup menunjukan hasil negatif (non reaktif) dari rapid test.

“Hal itu sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan. Untuk masuk ke Nias cukup menunjukkan hasil negatif rapid test,” katanya.

Terkait isolasi terpusat, Riadil mengatakan tetap dilanjutkan, namun yang selama ini isolasi dilakukan di sembilan hotel, diturunkan menjadi lima hotel dan pembiayaanya masih ditanggung oleh Satgas Provinsi, termasuk juga operasional dari tenaga kesehatan (Nakes).

BACA JUGA: Delapan Tempat Disiagakan untuk Isolasi Warga Nias yang Terinfeksi Covid-19

Menurut Riadil, hingga saat ini banyak kemajuan yang sudah dicapai. Salah satunya adalah di Kepulauan Nias sudah memiliki laboratorium swab sendiri.

“Untuk laboratorium Swab, sekarang kita memanfaatkan Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli. Jadi tidak lagi dikirim ke Laboratorium Fakultas Kedokteran USU di Medan,” ujarnya.

Saat ini sudah dilakukan swab kepada 3.150 orang, dari rencana 2.000 orang yang diswab. “Artinya kita telah melampaui target awal,” tambahnya.

 

DIAPRESIASI

Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, yang juga Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu juga mengapresiasi atas membaiknya keadaan Kepulauan Nias.

“Ekonomi pun berjalan, dengan dilonggarkanya pendatang yang masuk ke Kepulauan Nias cukup menunjukan hasil negatif rapid test. Namun itu pun harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Haogosochi juga menyampaikan, untuk menjaga keselamatan anak sekolah. Seluruh sekolah mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA baru boleh melakukan sekolah tatap muka setelah tanggal 31 Desember 2020.

[AS]

 

https://www.youtube.com/watch?v=o1X66r3ek3s

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

 


Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo