digtara.com – Selama pandemi Covid-19 banyak hal yang telah berubah dalam tatanan kehidupan, termasuk saat proses belajar dan mengajar di institusi pendidikan. Kampanye Penerapan 3M
Menghadapi era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pemerintah telah mengizinkan satuan pendidikan yang berada di zona kuning dan hijau untuk membuka pembelajaran tatap muka.
Pembelajaran tatap muka secara langsung tersebut dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu satuan pendidikan yang mulai melakukan pembelajaran tatap muka adalah pesantren.
Seperti diketahui, pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki risiko tinggi terjadinya penularan Covid-19.
Baca: Dijadwalkan Tiga Kali Debat, Penanganan Covid-19 Jadi Temanya
Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, mengungkapkan, ada lebih dari 27.700 pesantren dengan santri sebanyak 4,1 juta orang di dalamnya.“Jumlah itu akan berkembang terus, dan itu adalah data yang terdaftar di Kementerian Agama. Angka sebenarnya bisa lebih dari itu,” ucap dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes seperti dikutip dari iNews.id, Rabu (21/10/2020).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di pesantren. Hal ini demi mencegah timbulnya kluster-kluster baru di institusi pendidikan, khususnya pesantren.
“Akhirnya, timbul Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri,” tuturnya.
Sosialisasi 3M
SKB tersebut, lanjutnya, mengatur tentang protokol kesehatan yang harus diterapkan di pesantren jika pesantren memulai kegiatan pembelajaran tatap muka.
Menggandeng Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan menggelar sosialisasi daring tentang Kampanye 3M untuk mencegah penularan Covid-19 kepada masyarakat di lingkunagn pesantren.
Baca: Kluster Pondok Pesantren Terbanyak Terpapar Covid-19 di Polman
Penerapan 3M, yaitu melakukan tiga upaya pencegahan Covid-19 dengan Memakai masker, Mencuci tangan sesering mungkin, dan Menjaga jarak.
Tak hanya itu, sosialisasi daring ini juga melibatkan petugas kesehatan di Puskesmas, hingga Tim Gugus Tugas/Satuan Tugas (Satgas) di tingkat kecamatan atau desa.
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Cegah Kluster Pendidikan, Kemkes Kampanye Penerapan 3M ke Pesantren