Warga Harus Disiplin Terapkan Prokes, Penambahan Pasien Covid-19 Hanya Akan Tambah Hutang Negara

- Jumat, 30 Oktober 2020 13:48 WIB

digtara.com – Momen libur panjang ini, masyarakat diminta untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab, di masa libur panjang ini, kerumunan orang di pusat perbelanjaan maupun tempat wisata takkan terelakkan lagi. Warga Harus Disiplin Terapkan Prokes, Penambahan Pasien Covid-19 Hanya Akan Tambah Hutang Negara

Seperti di Berastagi, dari informasi yang diterima, tingkat hunian hotel penuh dan di Pasar buah Berastagi terjadi lonjakan pengunjung. Begitu juga di kawasan Pantai dan Danau Toba serta pusat perbelanjaan modern di Medan yang pengunjungnya melonjak.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin menyebut kondisi lonjakan pengunjung ke tempat wisata maupun pusat perbelanjaan tak hanya mengkhawatirkan dari sisi kesehatan. Namun, hal itu juga akan berbahaya dari sisi ekonomi kedepannya.

“Ada ancaman dari peningkatan kerumunan masyarakat dari sisi ekonomi. Peningkatan jumlah kunjungan masyarakat jika diikuti dengan penambahan peningkatan pasien covid 19, maka yang terjadi selanjutnya adalah adanya potensi kenaikan harga kebutuhan pangan masyarakat,” kata Gunawan, Jumat (30/10/2020).

Jika itu terjadi dan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberlakukan PSBB Ketat seperti di DKI Jakarta. Ia menyebut akan ada gangguan jalur distribusi barang.

“Ingat, Sumut itu kebutuhan pokoknya tidak hanya dari dalam. Sumut juga bergantung ke wilayah lain seperti Jawa, Sumbar dan Aceh untuk sejumlah kebutuhan pokok seperti Beras, Bawang dan Cabai, ” jelasnya.

Yang menjadi masalah lain, menurutnya, adalah adanya potensi tekanan laju pertumbuhan ekonomi. “Artinya Indonesia akan kesulitan untuk keluar dari resesi. Beban ekonomi akan semakin berat dan tentunya masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya nanti,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan penambahan kasus covid 19, maka yang akan dirugikan adalah anggaran pemerintah. Semakin banyak penambahan pasien, maka semakin besar jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk kebutuhan medis.

“Kalikan saja jika asumsi paling murah anggaran pasien covid 19 per orang adalah 105 juta rupiah,” sebutnya.

Dikatakannya, saat ini angka pasien covid-19 di Sumut lebih dari 12 ribu orang. Jika semua mendapatkan perawatan, maka setidaknya kita membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun.

“Belum lagi kerugian yang diakibatkan banyak orang meregang nyawa karena covid 19 ini. Jelas kerugian dalam bentuk seperti ini tidak bisa dihitung dengan angka materi. Dan nilainya jelas tak ternilai disitu,” katanya.

Selain itu, ia menyebut negara akan semakin terbebani dengan anggaran yang semakin besar dan dihantui resesi berkepanjangan.Tak hanya itu, harga pangan juga akan naik, daya beli masyarakat anjlok, korban jiwa berjatuhan, hingga hutang pun menumpuk.

[ya]  Warga Harus Disiplin Terapkan Prokes, Penambahan Pasien Covid-19 Hanya Akan Tambah Hutang Negara

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.


Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Nusantara

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Nusantara

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Nusantara

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Nusantara

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Nusantara

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo