Diduga Kelainan Orientasi Seksual, Begini Reaksi Kepala SD Negeri di Medan

- Rabu, 23 Desember 2020 12:30 WIB

digtara.com – Puluhan orangtua murid dan beberapa guru menuntut Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri di Medan untuk segera dimutasikan. Sebab, diduga memiliki kelainan orientasi seksualitas. Diduga Kelainan Orientasi Seksual, Begini Reaksi Kepala SD Negeri di Medan

Menanggapi aksi itu, Kepala SD Negeri, JS mengatakan segala tuduhan yang diutarakan pengunjuk rasa tidaklah benar.

“Apa yang mereka lakukan dan segala tuduhan mereka itu, tidak benar. Tetapi mereka merasa benar. Buktinya kenapa mereka tidak meminta izin untuk demo,” jelasnya kepada wartawan saat diwawancara di Kantornya, Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (23/12/2020).

Diungkapkannya, demo yang berlangsung itu tidak memiliki izin. Dikatakannya, itu bukan kali pertama dirinya di demo. Melainkan sudah sejak Maret 2020. Bahkan, pengunjuk rasa sempat mengerahkan 100 mahasiswa.

Menurutnya, segala poin yang disampaikan pengunjuk rasa dibantah. Pertama, alasan soal pengunduran diri.

“Surat pengunduran diri itu karena saya takut mengorbankan anak anak sekitar 700 siswa. Seperti yang mereka lakukan itu (demo). Kalaulah seandainya anak belajar dan mereka ribut-ribut seperti ini. Berarti saya dianggap tidak mampu memanajemen sekolah ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, alasannya bukan karena adanya isu LGBT. “Tetapi saya bukan LGBT. Saya bikin surat pengunduran diri serta surat ke dinas pendidikan untuk mengkroscek segala tuduhan mereka. Kalau tuduhan itu benar. Silahkan ambil tindakan terhadap diri saya,” sebutnya.

Namun karena tidak kuat lagi atas perlakukan mereka di sekolah. “Maka saya ingin dimutasikan. Dan saya juga sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan, bahkan dua kali. Tetapi jawabannya tidak ditemukan kesalahan,” bebernya.

Sementara itu, ia juga ceritakan perihal JH (diduga memiliki hubungan dengan dirinya) yang awalnya datang ke sekolah untuk melamar sebagai Tata Usaha.

“Tetapi karena kita sudah ada TU, maka tidak saya terima. Lalu ia mengaku sebagai supir gojek online. Nah, saat sekolah ini lagi buat kegiatan, kami memanfaatkannya untuk memobilisasi anak,” tuturnya.

Menurutnya, ada oknum yang memiliki have something ke dirinya. “Tetapi tidak bersambut. Maka dia (JH) tulis di media sosial, bahwa saya LGBT,” tambahnya.

Anehnya, JH kemudian menulis nama JS di FB dan menandai semua akun orang tua murid. JH menuliskan, ‘Jangan mau didik oleh kepala sekolah yang LGBT’.

“Sekarang mereka pegang kalimat itu. Modusnya, kalau tidak LGBT kenapa tidak mengadu ke polisi. Lalu saya jawab, kalau pun menang jadi arang dan kalah jadi abu,” ujarnya.

Dijelaskannya juga dari 24 guru yang ada, ada 18 tidak melakukan unjuk rasa. Sedangkan 5 lainnya, menurut JS, melakukan demo karena tidak waras.

Pasalnya, para guru tersebut telah memberikan pernyataan bahwa tidak mengetahui apakah JS, LGBT atau bukan.

“Bahkan kemarin mereka sudah membuat pernyataan di rapat terakhir bersama bagian kepegawaian Disdik Medan. Mereka menandatangani bahwa tidak tahu bahwa saya LGBT. Tetapi tadi mereka ikut lagi,” ucapnya.

Perihal video yang berisi pernyataan bahwa dirinya LGBT. Ia respon bahwa video itu dipotong-potong. JS bahkan sempat bersumpah ia bukan LGBT.

“Bisa saja yang demo itu saya laporkan ke polisi karena di live streamingkan. Itukan pencemaran nama baik dan tanpa izin. Itu bisa saja saya lakukan. Namun saya capek meladeni hal seperti itu. Saya ditugaskan oleh Tuhan melalui Wali Kota Medan bukan untuk memecat. Melainkan membuat sekolah berprestasi,” tandasnya.

[ya]  Diduga Kelainan Orientasi Seksual, Begini Reaksi Kepala SD Negeri di Medan

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.


Tag:

Berita Terkait

Nusantara

100 Hari Kerja Polrestabes Medan, 526 Kasus Narkoba Diungkap dan 718 Tersangka Diamankan

Nusantara

5 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kota Medan Update Februari 2026, Dari Yang Bergaya Eropa hingga Indonesia Timur

Nusantara

Direksi PUD Pasar Medan Tinjau Pasar Simalingkar dan Pasar Sentosa Baru, Fokus Penataan dan Kebersihan

Nusantara

Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana hingga 11 Desember 2025

Nusantara

Telat Ajukan Cuti ke Pimpinan, Karyawan Ekspedisi Medan Diberhentikan Tanpa Surat

Nusantara

Mahasiswa BEM SI Gelar Demo Tuntut Pencopotan Sekda Medan Terkait Dugaan KKN