digtara.com – Mangkraknya pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan pada Desember 2020 lalu, masyarakat menuding proyek tersebut sebagai ajang ‘mainan’ tender di Pemko Medan. Pembangunan Jembatan Sicanang Mangkrak, Masyarakat Tuding Jadi Proyek Mainan
Ketua Forum Masyarakat Sicanang (Formasi), Togu Silaen mengatakan berdasarkan rekonstruksi perjalanan pembangunan jembatan tersebut, sudah tiga kali gagal terselesaikan. Untuk kelanjutan pembangunan keempat kalinya juga gagal. Ia menduga tidak ada keseriusan dari Pemko Medan membenahi infrastruktur di Medan Utara khususnya di Belawan.
“Hanya sekelas jembatan di kelurahan saja tidak bisa diselesaikan dengan baik. Coba lihat, ini sudah keempat kalinya ditender, tapi hasilnya mengecewakan. Kami menduga proyek ini hanya untuk mainan saja untuk mengambil keuntungan dari proyek tersebut,” tegasnya, Rabu (6/1/2021).
Dugaan itu, katanya, sebab selama ini Pemko Medan sudah mengetahui kondisi lapangan jembatan tersebut. Seharusnya, sudah ada persiapan matang dalam menender proyek sesuai perencanaan dan memilih pemenang tender yang berkompetensi membangun jembatan tersebut.
“Harusnya sudah belajar dari yang lalu-lalu, kenapa kembali memenangkan tender kepada orang yang tak mampu. Jangan alasan faktor ini itu, kita sudah sama-sama tahu kondisi sekitar jembatan itu bagaimana, seharusnya ada persiapan yang matang. Bukan jadikan proyek jembatan asal jadi saja,” tuturnya.
Diungkapkan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Belawan ini, melihat kondisi jembatan yang hanya selesai sampai pondasi. Dia menduga dana APBD sebesar Rp13 miliar lebih yang sudah dikeluarkan perlu diaudit kembali, agar aliran dana itu bisa dipublikasi secara transparan kepada masyarakat.
“Kami dengar, untuk pondasi saja menghabiskan anggaran sekitar Rp12 miliar, itu kalau dilihat besar kali pengeluarannya. Meskipun sisa anggaran akan dikembalikan ke negara, biaya yang sudah dikeluarkan saya rasa tidak sesuai dengan membangun pondasi aja,” ungkapnya.
Harapan Togu Silaen, Pemko Medan diminta serius menuntaskan pembangunan jembatan tersebut di tahun 2021 ini. Ia sebagai masyarakat merasa kecewa, dan akan tetap mengawasi proyek itu sampai terlaksana hingga tuntas.
“Kami ingin, tiga bulan ke depan jembatan itu rampung. Kalau tidak, atas nama masyarakat kami akan melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Pemko Medan,” cetusnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah menegaskan, pembangunan jembatan yang sudah dianggarkan, harus terukur alokasi yang sudah dikeluarkan.Jadi, tidak ada alasan bagi dinas terkait adanya faktor lain yang membuat gagalnya jembatan itu tidak rampung. Sebab, jembatan tersebut sudah menjadi sorotan publik.
“Untuk apa kita bayar konsultan perencanaan, sehingga ini bisa jadi begini. Kami tegaskan, DPRD selama ini tidak pernah menghambat proses pembangunan, ketika diusulkan anggaran kami sahkan. Tapi sekarang kenyataannya ada kesalahan dalam perencanaan,” ucap Bahrum.
Mengenai pelaksanaan yang sudah berlangsung, kata Bahrum, pembangunan pondasi yang sudah terlaksana sisa anggarannya akan dikembalikan atau Silpa. Khusus jembatan sicanang tidak ada refocusing, tetapi efisiensi anggaran yang sudah terserap terhadap pembangunan pondasi yang sudah terlaksana.
“Harapannya dengan pembangunan pondasi yang sudah terlaksana, sisa anggaran harus dikembalikan dan akan diaudit untuk disampaikan LPJ-nya ke DPRD. Untuk sisa pembangunan, sudah dianggarkan Rp9 miliar, semoga segera dilanjutkan pembangunannya paling cepat di Januari 2021,” harap Bahrum.
[ya]Â Pembangunan Jembatan Sicanang Mangkrak, Masyarakat Tuding Jadi Proyek Mainan
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.