digtara.com – Anggota Tim Mikrobiologi Fakultas Kedokteran USU, Dokter Ichwan mengatakan bahwa kota Medan belum siap menyelenggarakan belajar tatap muka. Sebab, angka positivity rate Covid-19 masih di atas 5 persen.
“Berdasarkan anjuran dari WHO, sekolah yang bisa belajar tatap muka itu kalau positivity rete Covid-19 wilayahnya 5 persen. Kalau kita masih di atas jadi belum boleh,” ungkapnya kepada digtara.com saat diwawancara di Jalan Mamiyai No. 1 Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area, Minggu (10/1/2021).
Ia khawatir jika belajar langsung diterapkan, dalam kondisi yang belum stabil, akan menghasilkan klaster lebih banyak. Terkhususnya, untuk anak sekolah di tingkat dasar yang masih sulit untuk dikontrol.
“Anak SD itu pasti lebih susah diawasi. Misal saling merangkul dengan teman akrabnya karena sudah lama tidak ketemu,” jelasnya.
Dikatakannya, sekolah pun harus menerapkan beberapa syarat seperti menjaga jarak dan management waktu belajar. Ichwan menuturkan hasil rapat dengan dinas pendidikan dan gugus tugas terakhir, belajar tatap muka diundur.
“Jadi diundur ke Februari dengan catatan persiapan (dari pihak terkait) sudah dimulai dari sekarang,” katanya.
Selain itu, ia menjelaskan kota Medan sangat mungkin mencapai angka positivity rate Covid-19 di bawah 5 persen. Jika warga yang sebelumnya positif Covid-19 kini dinyatakan telah sembuh.
“Kalau yang positif kemarin difollow up dan menjadi negatif tentu kita bisa mengimbangi angka 5 persen,” tuturnya.
Di samping itu, ia ungkap pemerintah beserta masyarakat harus semakin bekerja keras lagi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya dengan cara memasifkan gerakan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.