digtara.com – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, jumlah pengangguran di Sumatera Utara (Sumut) meningkat 1,52 persen atau 1,28 juta orang selama Pandemi sejak 2020 lalu. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (30/1/2021).
Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani, Kepala BBPLK, M Ali, Dirut SDM Pelindo 1, Henry Naldi, Pimpinan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (Haki), Daniel Rumbi Taruna.
Dalam kunjungannya Ida mengatakan sektor ketenagakerjaan terkena dampak pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.
Data dari BPJS menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengangguran akibat pandemi Covid-19.
“Bahkan, diperkirakan ada sekitar 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terkena dampak pandemi Covid-19, ” ujarnya.
Untuk Provinsi Sumatera Utara, Ida mengatakan ada kenaikan pengangguran sebesar 1,52 persen di banding tahun sebelumnya. Data ini di ambil menurut BPJS.
“Diperkirakan ada sekitar 1,28 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19 di Sumatera Utara, ” ucapnya.
Selain itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tentu menjadi tantangan besar bagi pemerintah Indonesia. Tercatat, data nasional menunjukkan, sekitar 57 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan rendah (SMP ke bawah) tentunya dengan skill yang terbatas.
Meskipun demikian, ia menilai Provinsi Sumatera Utara memiliki kondisi lebih baik dari data nasional tersebut. Tercatat sebanyak 47 persen yang artinya pendidikan menengah dan tinggi memperoleh persentase lebih besar.
Menaker Ida Fauziyah saat hadir dalam Penandatanganan MoU BBPLK di Medan.
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.