digtara.com – Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Utara akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI tanggal 5-6 Februari 2021 mendatang di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Jelang pelaksanaannya, beberapa kandidat mulai bermunculan, salah satunya Sugiat Santoso.
Sugiat mengungkapkan, tujuan dirinya untuk maju dan bertarung di Muswil Kahmi Sumatera Utara karena dirinya merupakan kader HMI.
“Saya dikader di HMI, dari mulai komisariat sampai PB (Pengurus Besar) dalam hal struktural. Begitu juga dari pendidikan, Saya sudah paripurna mulai dari MOP, LK 1 hingga ke Senior Cost,” kata Sugiat, Senin (1/2/2021) dalam wawancara yang tayang di akun youtube digtaratv.
Selain itu, usai berkecimpung di HMI, Sugiat juga mengatakan dirinya sudah berkecimpung di berbagai organisasi. Keinginan dirinya untuk memimpin Kahmi di Sumatera Utara ini disadarinya atas niat untuk memperbaiki organisasi itu
“Kalau kita sungguh-sungguh membesarkan yang diluar HMI, kenapa tidak? Kalau di rumah masih ada kotor, kenapa tidak dibersihkan. Bismilah, apapun itu kita serius, demi perbaikan rumah kita,” ucap Sugiat.
https://www.youtube.com/watch?v=udV7_1xFf8Y
Menurut Sugiat, saat ini banyak orang yang terjebak. Banyak pihak yang mengganggap jika Kahmi hanya sebatas wadah untuk berguyub.
“Kita terjebak, Kahmi paguyuban, tempat reuni, tapi sebenarnya kita lebih dari itu. HMI itu kumpulan para pendekar, tapi setelah selesai berguru di padepokan Hijau Hitam masak cuma reuni aja,” sebut dia.
Menjelang pelaksanaan Muswil, Sugiat mengaku telah menjalin komunikasi dengan kandidat lainnya. Namun, dalam pertemuan itu, ia mengatakan jika pembahasan hanya sebatas normatif.
Jika terpilih menjadi Ketua MW Kahmi Sumatera Utara, ia akan fokus mengenai pendataan alimni HMI di Sumut.
“Sebenarnya kita prihatin, diera 4.0 ini, data menjadi hal yang penting. Tapi sesungguhnya kita tidak tahu berapa alumni HMI di Sumut? Kita tak punya data, jika ada guru alumni HMI yang masih honor karena tak punya akses kekuasaan, tidak pernah dipedulikan berapa banyak UKM yang butuh akses pemasaran, kita tidak tahu,” demikian Sugiat.