digtara.com - Timnas Brasil dipastikan tidak akan diperkuat bintang utamanya, Neymar, saat menghadapi Maroko pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium.
Pemain bernomor punggung 10 itu masih menjalani pemulihan cedera betis yang membuatnya absen hampir satu bulan. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai peluang
Neymar tampil dan mencetak gol di fase grup turnamen.
Tim medis Brasil menargetkan Neymar dapat kembali mengikuti latihan penuh dalam waktu dekat. Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, ia berpeluang tampil pada pertandingan kedua melawan Haiti yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026.
Sejak awal pemanggilan skuad, pelatih Carlo Ancelotti bersama tim medis sudah memahami bahwa cedera yang dialami Neymar membutuhkan penanganan ekstra hati-hati. Karena itu, keputusan mempertahankan sang pemain dalam skuad dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan tim di fase-fase penting turnamen.
Apabila Brasil mampu mengamankan tiket ke babak gugur lebih cepat, peluang Neymar untuk kembali bermain semakin terbuka. Namun, keputusan akhir tetap akan bergantung pada kondisi kebugaran sang pemain serta situasi pertandingan.
Brasil dijadwalkan menghadapi Maroko pada 13 Juni, Haiti pada 19 Juni, dan Skotlandia pada 24 Juni dalam fase grup Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Gelar Nobar Piala Dunia di Sejumlah Lokasi, Polres Rote Ndao Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif
Kritik untuk NeymarDi tengah proses pemulihannya,
Neymar juga mendapat sorotan dari mantan striker
Brasil, Giovane Elber.
Dalam wawancara dengan media Jerman Sport Bild, Elber menilai Neymar tidak lagi layak menjadi bagian dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Ia menilai performa Brasil mulai menunjukkan perkembangan positif sejak ditangani Ancelotti, terutama dalam aspek permainan kolektif.
"Yang memberi sedikit harapan adalah Brasil mulai bermain sebagai tim di bawah Ancelotti," ujar Elber.
Meski Neymar masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan 79 gol, Elber menilai pemanggilannya lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan publik dibandingkan pertimbangan performa terkini.
"Sebagian besar penggemar ingin Neymar tetap dipanggil. Bahkan Presiden ikut mendukung. Tekanan terhadap Ancelotti sangat besar," kata Elber.
Kini perhatian publik
Brasil tertuju pada proses pemulihan
Neymar. Jika berhasil pulih tepat waktu, kehadirannya dapat menjadi tambahan kekuatan penting bagi Selecao dalam upaya meraih gelar juara dunia keenam mereka.