digtara.com -Turnamen Billiard 9 Ball Wali Kota Cup I diikuti sejumlah peserta.
Event ini digelar sejak 8-12 Juli 2026 di Biruza Billiard dengan total hadiah Rp 35 juta.
Lomba ini diikuti oleh peserta dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu dan Alor.
Turnament Billard yang disaksikan Kepala Dispora NTT dan Ketua POBSI Kota Kupang, Herry Kadja Dahi dan Ketua Panitia, Ardian Kana ini mendapat sambutan positif dari peserta dan warga masyarakat.
Dari hasil lomba untuk kategori Champion single dimenangkan oleh Julio Hau dari club HBC dan runner up Single, Ade Foeh dari Club HBC serta zemifinalis single Boby Kolo dari RBC dan Adi Rafen dari non club.
Untuk Champion Ganda diraih Fery Maulana dan Rian Hede dari club Point serta runner up, Julio Hau dan Ade Foeh dari Club HBC.
Baca Juga: ASN di Kupang-NTT Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo saat menerima pengurus cabang Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026) lalu menyatakan dukungannya terhadap geliat olahraga di Kota Kupang.
Pertemuan dihadiri Ketua Pengcab POBSI Kota Kupang, Herry Kadja Dahi bersama jajaran pengurus.
Ketua Pengcab POBSI Kota Kupang, Herry Kadja Dahi bersama ketua panitia, Adrian Kana menjelaskan bahwa Turnamen Biliar Wali Kota Cup I ini menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk komitmen dalam memajukan cabang olahraga tersebut di Kota Kupang.
Turnamen ini tidak hanya dibuka untuk kategori lokal, tetapi juga telah menarik minat peserta daerah lain bahkan di tingkat provinsi.
"Panitia menyiapkan piala, piagam penghargaan, serta hadiah bagi para pemenang dengan total bonus Rp 35 juta," ujar Herry Kadja Dahi.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk mengoptimalkan ruang kompetisi bagi berbagai cabang olahraga yang ada, ditengah penyesuaian anggaran daerah yang sedang berjalan.
"Kami berharap turnamen biliar ini dapat menjadi pemantik awal yang nantinya bisa digilir ke cabang olahraga lainnya, sekaligus mengarahkan olahraga biliar ke arah yang lebih positif dan berprestasi," kata dr. Christian Widodo.