digtara.com | MEDAN – Beberapa organisasi dan institusi perkelapasawitan nasional akan menggelar perlombaan lari marathon bertaraf internasional. Perlombaan itu akan dilaksanakan di areal perkebunan kelapa sawit di daerah Bangun Bandar, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, pada 13 Oktober 2019 mendatang.
Kacuk Sumarto, Ketua Panitia Indonesia Oil Palm Marathon (IOPM) mengatakan, perlombaan ini menyediakan hadiah uang tunai senilai total lebih dari Rp 260 juta.
“Kami mengestimasi marathon ini akan diikuti lebih dari 3.000 pelari. Sebanyak 10 persennya adalah para pelari profesional dari luar negeri,” jelasnya, seusai Soft Launching IOPM di Medan, Minggu (23/6/2019).
Dia memastikan pihak panitia sudah mempublikasikan event ini ke hampir seluruh komunitas marathon dunia. Begitu juga dengan pemasangan sarana-sarana publikasi lain di berbagai negara, khususnya Asia Tenggara.
Dengan biaya registrasi sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 400 ribu rupiah, pelari dapat mendaftar pada empat kategori. Yakni Full Marathon sejauh 42 km, Half Marathon 21 km serta kategori lain sejauh 10 km dan 5 km.
“Yang saya tahu, di dunia, ini pertama kalinya marathon bertaraf internasional dilaksanakan di perkebunan sawit,” kata Kacuk.
Kegiatan marathon di perkebunan sawit pernah digelar di Malaysia, tetapi itu terbatas pada komunitas larinya. Namun bila perlombaan marathon yang dibuka untuk umum dan lintas negara, belum pernah digelar sebelumnya.
Para pelari IOPM nantinya akan melintasi kawasan kebun sawit seluas sekitar 10 ribu hektare, milik tiga perusahaan perkebunan. Yakni PT Socfindo, PT London Sumatera (Lonsum) dan PT Karya Hevea Indonesia.
Lebih jauh dikatakannya, perlombaan ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan. Mereka membutuhkan kegiatan seperti ini karena menjadi salah satu upaya kampanye positif kelapa sawit.
“Selama ini banyak masyarakat kita dan dunia memiliki persepsi yang sempit bahwa sawit itu merusak,”
Dia meyakini para peserta marathon akan merasakan kesejukan dan kerindangan kawasan perkebunan sawit. IOPM sendiri diselenggarakan melalui kerja sama beberapa pihak, antara lain Gapki Sumut, GIMNI, BPD PKS dan Kemenko Maritim.
[AS]