Ijeck ‘Ditekong’ Anaknya di Ajang APRC Indonesia 2019

- Senin, 29 Juli 2019 00:31 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201907/relly.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | SERGAI – Dalam Leg 1 Asian-Pacific Rally Championship (APRC) Indonesia 2019 di Rambong Sialang, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (27/7), Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, menyelesaikan dengan waktu cukup memuaskan.

Ijeck finish di urutan 8, 10 dan 12 walau mengalami kerusakan gearbox (gigi) 1 dan 2. Ijeck mengalami kerusakan dua gearbox saat melintasi Special Stage (SS) 2 sehingga hanya menggunakan gigi 3 sampai 5 selama sisa balapan.

“Kendaraan saya mengalami patah gearbox makanya saya pacu mobil dengan gigi 3 sampai 5 saja,” kata Ijeck yang mengendarai Subaru Impreza WRX.

Namun, pada SS pertama Ijeck masih mencatatkan waktu yang sangat bagus, 8 menit 36,8 detik, sehingga menempatkannya di posisi delapan. Namun dia masih kalah cepat dari anaknya, Musa Arjianshah, yang selesai dengan waktu 8 menit 34 detik.

Ijeck gagal memperbaiki waktunya setelah mengalami kerusakan gearbox di SS 2. Kemudian pada SS 3 dia berada di urutan 10, selanjutnya SS 4 di urutan 11, SS 5 di urutan 10 dan SS 6 di urutan 10.

Sedangkan Arji, panggilan akrab Musa Arjianshah yang sempat mengalami pecah ban di SS 2 terus meningkatkan performanya.

Arji berada di urutan 6 pada SS 3, SS 4 dan SS 5, kemudian di urutan 7 pada SS 6. “Apabila finish waktu saya belum tahu, tetapi mungkin saya posisi 6 atau 7, tetapi Arji anak saya itu masih di atas saya,” kata Ijeck.

Menurut Ijeck cukup menantang karena kering sehingga sulit memacu kendaraan dengan kecepatan penuh. Itu juga yang membuat banyak pereli kesulitan menyesuaikan kondisi ini terlebih di SS 5 dan 6 yang berlumpur.

“Jika kendala saya lihat banyak peserta yang tidak bisa finish karena kondisi trek yang kering dan ada yang berlumpur. Dengan kondisi seperti ini dan high speed banyak peserta yang kesulitan. SS 5 dan 6 itu sangat sulit karena berlumpur dan tergenang air hujan” sambung Ijeck.

Di hari pertama kemarin pereli nasional Subhan Aska menjadi yang tercepat. Dia unggul di SS 2, 3, 4 dan 5. Selanjutnya seluruh pereli akan kembali beraksi pada Minggu (28/7) untuk menyelesaikan 4 SS yang akan menentukan pemenang APRC Indonesia 2019.[ana]


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Olahraga

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Olahraga

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Olahraga

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Olahraga

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Olahraga

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo