Djanur Dipecat Dari Posisi Pelatih Persebaya

- Sabtu, 10 Agustus 2019 23:01 WIB

digtara.com | SURABAYA – Managemen klub sepakbola Persebaya Surabaya, memberhentikan Djadjang Nurdjaman (Djanur) dari posisi pelatih kepala di klub berjuluk Bajul Ijo itu. Djanur didepak lantaran dianggap bertanggungjawab atas hasil minor yang dialami Persebaya dalam 13 laga terakhir.

Pelatih asal Majalengka, Jawa Barat itu hanya mampu membawa Persebaya menang di empat laga dan harus merasakan 6 kali seri dan tiga kali kekalahan.

Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyu, menyatakan jika pemecatan ini bukanlah keputusan mendadak. Karena evaluasi atas kinerja Djanur sudah disampaikanan sebelum laga melawan Madura United. Namun pihak manajemen masih memberikan kesempatan untuk mendongkrak performa tim.

“Evaluasi sudah disampaikan sebelum laga ini. Dan kami juga memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Ternyata beberapa laga tak kunjung meraih hasil yang memuaskan,” ujar Candra Wahyu seperti dilansir laman resmi Persebaya, Minggu (11/8/2019) pagi.

Menurut Candra, hal inilah yang melatarbelakangi manajemen Persebaya hilang kesabaran dan bertindak cepat mengambil keputusan tersebut. Terkait keputusan tersebut, Candra mengakui Djajang sudah menerima dengan legowo dan merasa bertanggung jawab atas performa buruk tim kebanggaan warga Surabaya ini.

“Djanur menerima semua keputusan manajemen. Dia menyatakan bertanggungjawab atas performa Persebaya,” lanjutnya.

Sebagai gantinya manajemen menunjuk Bejo Sugiantoro sebagai caretaker alias pelatih sementara untuk laga melawan Arema FC, Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut Candra, sepak terjang Djajang sebenarnya cukup bagus. Pada musim lalu Djanur membawa Persebaya lolos dari jurang degradasi dan mengakhiri kompetisi di peringkat lima klasemen akhir Liga 1 2018. Bahkan Djanur juga berhasil mengantarkan Persebaya menuju final Piala Presiden 2019 sebelum akhirnya dikalahkan Arema FC.

“Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur. Manajemen menilai Persebaya perlu pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim. Untuk tetap menjaga peluang juara,” tukasnya.

Sebelum di Persebaya, Djanur sempat melatih PSMS Medan pada musim kompetisi 2016-2018, Djanur bahkan menaikkan kasta tim Ayam Kinantan dari kontestan Liga 2 di 2016-2017 menjadi Kontestan Liga 1 di musim kompetisi 2017-2018.

Namun di pertengahan kompetisi Liga 1 musim 2018, pelatih yang kini berusia 60 tahun itu dipecat karena PSMS Medan di bawah asuhannya tak kunjung menunjukkan performa terbaik, bahkan terjerembab di dasar klasmen. Ia lalu pindah ke Persebaya Surabaya dan posisinya di PSMS digantikan Pelatih asal Inggris, Peter Buttler.

Peter yang awalnya begitu sesumbar dapat membawa PSMS keluar dari zona degradasi ternyata tak memenuhi janjinya. PSMS justru makin terjerembab di dasar klasmen hingga kompetisi berakhir. PSMS Medan pun kembali terdegradasi ke Liga 2.

[AS]


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Olahraga

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Olahraga

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Olahraga

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Olahraga

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Olahraga

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo