digtara.com - Aktivitas Gunung Sinabung mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya sejumlah kegempaan vulkanik dan tektonik yang terpantau di sekitar gunung api tersebut.
Berdasarkan informasi petugas Vulkanologi Gunung Sinabung, Armen Putra, dalam Grup WhatsApp Sinabung pada Selasa, 25 Agustus 2026, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah, berawan, mendung hingga hujan.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara dengan suhu udara berkisar 15-26 derajat Celsius. Curah hujan tercatat sekitar 1 milimeter per hari.
Secara visual, Gunung Sinabung teramati jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah juga terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 50-300 meter di atas puncak kawah.
Kegempaan Gunung Sinabung Meningkat
Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung juga terlihat dari catatan kegempaan yang terjadi.
Terdapat dua kali gempa vulkanik dengan amplitudo 4 milimeter, waktu S-P sekitar 1-1,5 detik dan durasi 10-11 detik.
Baca Juga: PFI Medan Rangkul Majelis Taklim XLSMART Bagikan Paket Sekolah di Karo
Selain itu, tercatat empat kali gempa tektonik dengan amplitudo 3-13 milimeter, S-P sekitar 14,5-18,5 detik dan durasi 53-230 detik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.
Gunung Sinabung Masih Berstatus Waspada
Saat ini status Gunung Sinabung berada pada Level II atau Waspada.
Petugas merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.
Masyarakat juga diminta tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius 4,5 kilometer untuk sektor selatan-tenggara.
Warga yang tinggal di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.
Pemerintah Kabupaten Karo diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.
Danau Lau Kawar Ditutup Sementara
Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung turut berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Karo.
Pemerintah Kabupaten Karo memutuskan menutup sementara objek wisata Danau Lau Kawar yang berada di Desa Kuta Gugung, Dusun Lau Kawar.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, mengatakan penutupan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas Gunung Sinabung.
"Untuk sementara atau sampai batas waktu yang belum ditentukan maka objek wisata Danau Lau Kawar ditutup karena kondisi Gunung Sinabung ada peningkatan dan kita tidak tahu kapan dan apa yang terjadi jika aktivitas gunung tersebut semakin meningkat," ujar Juni.
Pemkab Karo mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak terlebih dahulu memasuki kawasan Danau Lau Kawar sampai ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai kondisi Gunung Sinabung.
Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan keselamatan pengunjung, mengingat aktivitas gunung api dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu.
Baca Juga: PFI Medan Rangkul Majelis Taklim XLSMART Bagikan Paket Sekolah di Karo