digtara.com – Warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut) kecewa karena penyaluran yang yang kerap terlambat, bahan sembako juga tidak sesuai harapan serta tidak layak dikonsumsi oleh warga. Sembako Telat dan Buah yang Disalurkan Tak Bisa Dikonsumsi, Warga Penerima PKH Kecewa
Pantauan wartawan di lokasi, penyaluran yang biasanya setiap bulan sekali, namun sejak 4 bulan belakangan ini disalurkan ke warga melalui e-warung setiap 2 bulan sekali dengan jumlah senilai Rp 400 ribu.
Meski dana sudah terpotong seluruhnya namun masih ada juga warga belum dapat menerima seluruh bahan sembako yang seharusnya diterima warga.
Bahkan masih ada beberapa sembako seperti buah-buahan yang kerap kali terlambat dari hari yang sudah ditentukan.
Selain itu, buah yang terlambat diterima warga juga tidak layak konsumsi.
Menurut keterangan salah seorang warga Wirda (44) yang juga sebagai penerima PKH mengatakan semestinya bantuannya rutin setiap bulan.
“Namun 4 bulan belakangan ini dirappel 2 bulan dan untuk buah biasanya terkadang terlambat. Sementara kondisi buah jeruknya juga tidak bisa dikonsumsi karena sangat asam,” ujarnya, Sabtu (22/5/2021).
Pemilik e-warung, Dewi mengatakan tidak mengetahui masalahnya dimana atas keterlambatan, baik itu saldo maupun sembako.
“Dari dinas sendiri juga tidak ada pemberitahuan, yang pasti begitu saldo masuk mereka langsung melakukan penyaluran,” jelas Dewi.
Warga berharap Kementrian Sosial dapat meninjau kembali setiap penyalur dan Pemilik e-warung yang menyalurkan sembako di Kota Tebing Tinggi.
Warga menduga ada dugaan penyelewengan karena semakin hari bahan-bahannya semakin tidak baik.
[ya]Â Sembako Telat dan Buah yang Disalurkan Tak Bisa Dikonsumsi, Warga Penerima PKH Kecewa
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.