digtara.com | MEDAN Aksi unjukrasa yang digelar Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, masih terus berlanjut usai pelaksanaan salat tarawih, Jumat (24/5/2019) malam.
Sekira pukul 21:20 WIB, massa aksi yang telah didominasi mahasiswa itu justru semakin memanas, setelah massa aksi merusak kawat pembatas (barier) yang dipasang polisi di depan kantor para wakil rakyat yang terhormat itu.
Massa aksi bahkan menyerang personel Polisi dan TNI yang berjaga mengamankan Kantor DPRD Sumut. Mereka melempari personel Polisi dan TNI dengan menggunakan kayu serta kaca. Akibatnya, AKBP Triadi yang merupakan Kasubdit Provost Polda Sumut, terluka di bagian lengan kiri lantaran terkena serpihan kaca.
“Saya tadi lagi mengatur massa usai salat agar berjalan tertib, tapi tiba tiba dilempar ada provokasi dari kerumunan,” kata Triadi.
Dandim Kota Medan Kolonel Inf Yuda bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto bertemu dan berdialog dengan kerumunan massa. Keduanya menghimbau, agar massa tetap tenang dan membubarkan diri.
Dalam tuntutannya, GNKR meminta agar KPU mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf Amin dan membatalkan putusannya serta meminta agar tokoh oposisi yang ditangkap segera dibebaskan.
[AS]