Lima Warga dan Satu Anggota Brimob Dilaporkan Terluka Pasca Bentrok Warga di Kabupaten Alor

Imanuel Lodja - Rabu, 17 September 2025 21:54 WIB
net
Ilustrasi.

digtara.com -Lima orang warga dan satu anggota Brimob dilaporkan mengalami luka terkena panah saat bentrokan antar kelompok warga di Kota Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT pada Rabu (17/9/2025).

Informasi yang diperoleh menyebutkan bentrokan antara kelompok tersebut melibatkan warga dari Kelurahan Welai Barat dan Nusa Kenari dan kelompok warga dari Kelurahan Wetabua, Kecamatan Teluk Mutiara.

"Korban ada enam orang, ada (anggota) Brimob juga yang kena panah," kata seorang warga Kalabahi, Kabupaten Alor pada Rabu siang.

Warga tersebut mengaku bentrokan antara kelompol tersebut mulai terjadi sekitar pukul 13.00 wita di Jalan Soekarno Hatta yang menjadi ruas jalan utama di Kota Kalabahi.

"Mereka saling serang pakai panah Ambon, batu dan juga parang," ujarnya.

Sementara itu dari video yang beredar di media sosial, aparat kepolisian dari Brimob dan Polres Alor sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi.

Tapi kondisi belum kunjung reda dan aksi saling serang menggunakan panah dan batu masih terjadi sehingga memaksa aparat kepolisian menembakan gas air mata dan juga tembakan peringatan agar bisa meredam situasi.

Seorang anggota Brimob, Bharaka Agustinus Mite juga turut menjadi korban karena terkena anak panah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Lima warga lainnya yang belum diketahui identitasnya yang terkena luka akibat bentrokan tersebut sedang menjalani tindakan medis di rumah sakit.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra yang dikonfirmasi pada Rabu petang membenarkan peristiwa bentrokan tersebut.

Disebutkan akibat insiden ini, beberapa individu mengalami luka-luka, termasuk seorang personel Brimob, Bharada Agustinus Mite, yang terkena panah, dan beberapa warga sipil.

Semua korban segera mendapatkan penanganan medis.

Melalui keterangan tertulis, Kabid Humas mengatakam saat ini telah menurunkan 52 personil Brimob untuk melakukan pengamaman dan juga melerai aksi bentrokan antar kelompok warga tersebut.

"Saat ini telah berada di lokasi 52 personil brimob sebagai respon awal untuk memperkuat pengamanan," ujar Kombes Henry

Namun sejauh ini Kombes Henry belum mengurai kelompok massa mana yang bertikai dan juga penyebab awal terjadinya bentrokan tersebut.

Kombes Henry juga belum menjelaslan mengenai korban luka akibat bentrokan warga tersebut.


Disebutkan Henry direncanakan akan mengirim lagi 214 personil dari Direktorat Samapta Polda NTT dan Satuan Brimob Polda NTT untuk penambahan perkuatan mengantisipasi meluasnya bentrokam tersebut.

"Kehadiran personil di lapangan bertujuan untuk memberi rasa aman dan memastikan bahwa hak masyarakat untuk hidup damai terpenuhi," jelas Henry.

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko dalam keterangannya mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya yang bisa memunculkan bentrokan.

"Mengedepankan musyawarah untuk mencari solusi terbaik bagi setiap permasalahan dan memperkuat rasa persaudaraan di antara seluruh elemen masyarakat," kata Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Damoko.

Kapolda menjamin bahwa Polri akan maksimal menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya situasi yang kondusif.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka

Peristiwa

Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air

Peristiwa

Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam

Peristiwa

Mesin Kapal Rusak dan Sempat Hanyut Saat Berlayar, 10 Warga Alor Dievakuasi Selamat

Peristiwa

Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga

Peristiwa

Hadirkan Akses Aman Bagi Warga dan Pelajar di Alor, Brimob Bantu Bangun Jembatan Penghubung di Lipa