digtara.com -Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video penggerebekan dua pelajar yang diduga siswa dan siswi SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Kabupaten Kampar. Dalam video tersebut, keduanya tertangkap basah sedang berduaan di dalam toilet sekolah.
Rekaman berdurasi singkat yang diterima Suara.com itu memperlihatkan sejumlah orang, diduga petugas keamanan sekolah, mendobrak pintu toilet bertuliskan "Toilet Wanita".
Dari dalam, tampak seorang siswa laki-laki dan siswi perempuan dalam keadaan panik ketika pintu dibuka paksa.
"Ngapain kalian? Apa kerjaan kalian?" terdengar suara pria yang melakukan penggerebekan dalam video tersebut.
Baca Juga: Tidak Terima Video Keributannya dengan Polisi Disebarkan, Pemuda di Kupang Malah Aniaya Dua Warga Kedua pelajar yang mengenakan seragam sekolah itu langsung keluar dengan wajah tertunduk. Siswa laki-laki keluar lebih dulu, sementara siswi tampak merapikan hijab dan pakaian sebelum keluar dari toilet.
Insiden ini disebut terjadi pada Kamis (9/10/2025) pagi, ketika sebagian besar siswa lain sedang sarapan.
Dugaan Tindakan Asusila dan Sanksi Sekolah
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kedua pelajar tersebut merupakan siswa kelas 12. Pihak sekolah dikabarkan telah mengeluarkan keduanya karena dinilai melakukan tindakan asusila di lingkungan sekolah yang berasrama dan dibiayai oleh pemerintah daerah.
Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Riau hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini sudah ramai diperbincangkan publik, terutama di kalangan orang tua dan alumni SMA Plus Riau.
Pesan UAS tentang Akhlak di Sekolah Berasrama
Baca Juga: Polisi Tangkap 9 Terduga Pelaku, Buru Massa Lain dalam Penjarahan Rumah Uya Kuya Menariknya, beberapa waktu sebelum kejadian, Ustaz Abdul Somad (UAS) sempat memberikan ceramah dalam acara tabligh akbar di SMA Negeri Plus Riau. Dalam ceramahnya, UAS menekankan pentingnya iman, akhlak, dan adab bagi para pelajar, terutama di lingkungan pendidikan yang berbasis asrama.
"Jangan hanya cerdas di kepala, tapi hatinya kosong. Ilmu harus dibarengi dengan iman dan akhlak. Itulah yang akan membuat kalian sukses di dunia dan akhirat," ujar UAS dalam ceramahnya, Jumat (8/8/2025).
UAS juga mengingatkan bahaya pergaulan bebas dan kenakalan remaja yang semakin marak di era modern. Ia mengajak para siswa untuk menjauhi narkoba, tawuran, serta segala bentuk perbuatan yang dapat merusak masa depan.
"Masa muda itu singkat. Jangan dihabiskan untuk hal yang sia-sia. Jadilah generasi berprestasi yang membanggakan orang tua, guru, dan agama," tegasnya.
Harapan dari Pemerintah Daerah
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, yang hadir mewakili Gubernur Riau Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran UAS di tengah para siswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan karakter pelajar di lingkungan sekolah berasrama.
"Kami berharap pesan-pesan UAS tidak hanya didengar, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Zulkifli.
Baca Juga: Tidak Terima Video Keributannya dengan Polisi Disebarkan, Pemuda di Kupang Malah Aniaya Dua Warga
Penegasan Nilai Moral dan Pengawasan Sekolah
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan tentang perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap perilaku siswa, terutama di sekolah berasrama.
Selain itu, pendidikan moral dan pembentukan karakter harus terus menjadi bagian dari proses belajar, agar para pelajar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.