digtara.com -Ambros (27), warga Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dengan kondisi tubuh mengenaskan.
Korban Ambros meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam pada siku kanan, bahu kanan, punggung dan perut.
Ia terlibat kasus penyerangan di Hadu Eru, Kampung Billa Karendi, Desa Bukambero, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya pada Selasa (18/11/2025) petang.
Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu melalui Wakapolres, Kompol Jeffris Fanggidae membenarkan kejadian ini.
Baca Juga: Diperiksa Pasca Dirawat, IRT Pelaku Buang Bayi Mengaku Dihamili Mantan Pacar Yang Juga Perangkat Desa "Kasusnya berawal dari terjadinya pencurian satu ekor ternak kerbau jantan pada Selasa, 18 November 2025 subuh sekitar pukul 03.00 Wita," ujar Wakapolres dalam keterangannya pada Selasa malam.
Kerbau jantan milik Dita Pati Ole, warga Kampung Homba Goppo, desa Kalembu Kaha, Kabupaten Sumba Barat Daya dicuri oleh Ndara Yusuf.
"Ternak kerbau milik korban dicuri oleh Ndara Yusuf, warga Kampung Billa Karendi, Desa Bukambero, Kabupaten Sumba Barat Daya," tambah Wakapolres.
Aksi pencurian tersebut diketahui oleh Dita Pati Ole dan keluarganya sehingga mengejar pelaku pencurian, namun Ndara Yusuf berhasil lolos bersama hewan curiannya.
Sekitar Pukul 10.00 Wita, Ndara Yusuf malah menelepon pemilik kerbau, Dita Pati Ole. Dalam pembicaraan telepon tersebut, Ndara Yusuf malah meminta uang tebusan sebesar Rp 40.000.000 dan akan mengembalikan kerbau jantan milik korban Dita.
Namun tawaran tersebut ditolak oleh Dita Pati Ole sehingga terjadi pertengkaran antara Dita dan Ndara Yusuf melalui telepon.
Baca Juga: Tujuh Siswa di Malaka Terlibat Perkelahian, Polisi Beri Pembinaan Sekitar pukul 13.00 wita, pelaku pencurian Ndara Yusuf mengumpulkan keluarganya dari Kampung Kapaka Malenggeng, Desa Magho Linyo, termasuk diantaranya korban Ambros.
Mereka malah datang melakukan penyerangan terhadap Dita Pati bersama keluarganya di Kampung Homba Goppo, Desa Kalembu Kaha, Kecamatan Kota Tambolaka.
Rombongan Ndara Yusuf yang berjumlah 10 orang langsung menyerang Dita Pati Ole dan kerabatnya di Kampung Homba Goppo.
Namun rupanya, Dita Pati Ole dan warga di kampung tersebut sudah terlebih dahulu melakukan antisipasi. Mereka pun sudah berkumpul di kampung dan membalas serangan dari Ndara Yusuf Cs.
Karena jumlah masyarakat kampung Homba Goppo yang sudah antisipasi lebih banyak, maka pelaku Ndara Yusuf bersama rombongannya memilih kabur dan melarikan diri.
Baca Juga: Bocah Sekolah Dasar di Manggarai Luka Parah Terkena Ledakan Mercon Yang Dimainkan Sendiri
Mereka kemudian dikejar oleh massa dari Kampung Homba Goppo yang jumlahnya cukup banyak.
Nasib nahas dialami korban Ambros. Ia tertangkap dan dibunuh oleh tiga orang pelaku di lahan kebun Hadu Eru, Kabupaten
Sumba Barat Daya.
Korban Ambros meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam pada siku kanan, bahu kanan, punggung dan perut.
"Saat ini kasus pembunuhan terhadap korban Ambros sudah ditangani Polres Sumba Barat Daya," ujar Wakapolres.
Baca Juga: Diperiksa Pasca Dirawat, IRT Pelaku Buang Bayi Mengaku Dihamili Mantan Pacar Yang Juga Perangkat Desa Sementara tiga terduga pelaku pembunuhan terhadap Ambros masih dalam pengejaran polisi.
"Kita masih kejar dan cari tiga terduga pelaku," tandas Wakapolres Sumba Barat Daya.