digtara.com -Sebuah speed boat wisata dengan nama lambung 'Lacoco' terbakar pada Sabtu (13/12/2025).
Kebakaran terjadi di perairan Pulau Monyet,
Labuan Bajo, Kabupaten
Manggarai Barat diduga akibat adanya percikan api dari accu mesin.
Speed boat dengan nahkoda Edy Hilsandy dengan Ferdinandus Geri sebagai anak buah kapal (ABK) memuat empat orang warga negara asing (WNA) asal China dan satu orang WNI sebagai guide.
Tercatat empat penumpang WNA asal China masing-masing Jia Runhui, Lian Xintong, Haodalong dan Luo Yulan serta Adrianus Jemahan (guide).
Baca Juga: Polres Manggarai Barat Razia Sejumlah THM di Labuan Bajo Dua orang warga mengalami luka berat masing-masing Aryadi Wali (41), warga Desa Golo Mori, Kecamatam Komodo, Kabupaten
Manggarai Barat dan Edy Hilsandy yang juga warga Lingkungan IV, Kelurahan
Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten
Manggarai Barat.
Sekitar pukul 07.30 Wita, speed boat wisata dengan nama lambung Lacoco bertolak dari pelabuhan Marina menuju pulau Padar.
Sekitar pukul 07:40 Wita pada saat di perairan Pulau Monyet, ABK melihat percikan api dari kamar accu lalu menginformasikan kepada kapten.
Selanjutnya guide menginstrusikan tamu/penumpang untuk melompat ke laut.
Tidak berselang lama kapal nelayan melintas dan membantu mengevakuasi korban menuju dermaga Marina Labuan Bajo.
Dua orang korban telah dorawat di rumah sakit Siloam Labuan Bajo.
Baca Juga: Pemukiman Warga di Belakang Pasar Batu Cermin Manggarai Barat Terbakar Sementara
speed boat masih di lokasi kejadian dan telah lego jangkar di perairan dangkal Pulau Monyet.
Edy Hilsandy (kapten kapal) mengaku kalau ia dan Aryadi Wali selesai mengisi BBM dan mengangkut tamu wisata.
Namun dalam pelayaran ada api dari ruang mesin sehingga terjadi ledakan.
Aryadi Wali yang juga kru kapal saat itu sedang duduk di bagian palka kapal.
Ia mengaku melihat ada percikan api dari bagian accu mesin kanan kapal, dan langsung meledak.
Melihat kejadian tersebut, i pun langsung fokus untuk melindungi tamu dan membantu mengevakuasi tamu untuk melompat ke laut.
Baca Juga: Polda NTT Pastikan Tidak Ada Tambang Emas Ilegal Di Pulau Sebayur Besar-Manggarai Barat
Karenakan situasi saat itu panik maka ia tidak sempat menyuruh tamu untuk menggunakan life jaket.
Adrianus Jemahan yang juga tour guide masih sempat memberikan brifing atau arahan kepada tamu.
Lada saat kapal sudah melewati Pulau Monyet, saat itu gerimis. Selang beberapa saat, kapten kapal meminta tolong untuk memegang kemudi
speed boat karena mau ke belakang.
Saat ia masih memegang kemudi, tiba-tiba terdengar suara ledakan. para tamu pun berteriak, dan Adrianus langsung melepas kemudi untuk menenangkan tamu,
Karena kapal sudah terbakar dan tamu pani, Adrianus meminta tamu untuk melompat ke laut.
Baca Juga: Pria Yang Menghamili Keponakan di Manggarai Barat Ditetapkan Jadi Tersangka
Adrianus yang sendirian diatas kapal berusaha memadamkan api dengan menimba air laut.
Karena api masih belum juga padam, Adrianus lari ke arah lamar kapten, untuk mengambil Apar. Namun nyala api makin besar sehingga ia memilih terjun ke laut.
Beruntung ada kapal nelayan dan uber ccuba dive datang membantu evakuasi ke pelabuhan Marinna Labuan Bajo.
Kebakaran pada speed boat Lacoco diduga bersumber dari accu bagian kanan mesin speed boat.
Baca Juga: Polres Manggarai Barat Razia Sejumlah THM di Labuan Bajo Dalam kejadian ini, dua korban mengalami lukayakni Edy Hilsandy (kapten kapal) dan Ariyadi Wali (kru kapal).
Edy Hilsandy mengalami luka bakar di kedua tangan dari pergelangan tangan hingga lengan serta luka bakar pada kedua kaki mulai dari betis hingga paha,
Sedangkan Ariyadi Wali menglami luka pada pergelangan tangan hingga lengan, luka bakar pada kedua kaki, dan juga luka bakar di bagian wajah.
Aryadi sendiri diketahui tidak masuk dalam manifest penumpang. Sementara itu taksasi kerugian masih dihitung.