digtara.com -Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT dalam beberapa hari ini.
Hal ini menyebabkan turap/
tanggul pengaman halaman SMP Katolik Sanctissima Trinitas Bloro, yang terletak di Dusun Key, Desa Lusitada, Kabupaten
Sikka mengalami
longsor.
Akibat kejadian tersebut, turap setinggi kurang lebih enam meter dengan panjang sekitar 29 meter ambruk dan menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Turap tersebut diketahui dibangun dari dana swadaya orang tua murid sebagai pengaman halaman sekolah.
Baca Juga: Diduga Punya Hubungan Dengan Pria Lain, Pria di Sumba Timur Aniaya Istri Hingga Tewas Kanit Intelkam Polsek Nita, Aiptu Abdul Rais, melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
Aparat kepolisian berkoordinasi dengan pihak sekolah dan komite guna memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi potensi longsor susulan.
Ketua Komite SMPK Sanctissima Trinitas, C. Wempi Wensi, bersama Kepala Sekolah Ludolfus Geloy Murin, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, pada Senin, 22 Desember 2025, BPBD Kabupaten
Sikka telah turun langsung melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi bencana.
Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, longsornya turap pengaman ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan lingkungan sekolah, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Hingga saat ini, situasi di lokasi bencana aman dan kondusif, sementara pihak kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan monitoring dan koordinasi guna mendorong percepatan penanganan serta menjaga keamanan di sekitar area sekolah.
Baca Juga: Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu lintas Beruntun di Kupang-NTT