digtara.com -Bencana angin puting beliung melanda Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, pada Senin (12/1/2026).
Akibat kejadian tersebut, rumah warga di RT 014/RW 007, Desa Poto dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Rumah yang terdampak bencana diketahui milik Chalindo Daepani (29), seorang petani setempat.
Kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang terbongkar akibat kuatnya hembusan angin puting beliung yang datang secara tiba-tiba.
Baca Juga: Bus Trans Kupang-Dili Tabrakan Dengan Sepeda Motor, Satu Balita Meninggal dan Tiga Warga Luka-luka Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, dan hanya ada kerugian material.
Korban juga telah menerima bantuan dari BPBD Kabupaten Kupang berupa kebutuhan pokok, antara lain beras, selimut, perlengkapan mandi, minyak goreng, gula, susu, kopi, teh celup serta ikan kaleng.
Cuaca ekstrem ini juga melanda wilayah Kabupaten Kupang dalam beberapa hari terakhir.
Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo menegaskan kesiapan jajarannya dalam menghadapi potensi bencana melalui langkah-langkah mitigasi yang terukur.
Kapolres Kupang mewajibkan seluruh Polsek jajaran melalui para Bhabinkamtibmas untuk secara aktif menyampaikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat terkait kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Dua Kapolsek di Polres Kupang Dimutasi Penyampaian tersebut dilakukan langsung di tengah masyarakat guna meminimalisir risiko terjadinya korban jiwa maupun kerugian materiil.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan akses transportasi di sejumlah wilayah Kabupaten
Kupang.
Menyikapi kondisi tersebut, Polres
Kupang telah menyiagakan personel dalam satgas siaga bencana serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
"Kami meminta kapolsek melalui Bhabinkamtibmas agar terus mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, mengutamakan keselamatan, dan segera melapor apabila terjadi kejadian darurat di lingkungan masing-masing," tegas Kapolres Rudy.
Polres Kupang juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Dengan langkah mitigasi yang telah disiapkan, diharapkan dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Kupang dapat diminimalisir sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Baca Juga: Bus Trans Kupang-Dili Tabrakan Dengan Sepeda Motor, Satu Balita Meninggal dan Tiga Warga Luka-luka