digtara.com -Suasana yang seharusnya berlangsung khidmat berubah menjadi ricuh saat pelaksanaan Musyawarah Daerah ke-XI Partai Golkar Sumatera Utara di salah satu hotel ternama di Kota Medan.
Kericuhan ditandai dengan lemparan batu dan suara petasan yang mengganggu jalannya agenda resmi partai berlambang pohon beringin tersebut.
Insiden tersebut bukan hanya persoalan keamanan, melainkan mencerminkan memanasnya dinamika internal Partai Golkar Sumut di tengah proses konsolidasi kepemimpinan.
Di tengah situasi itu, imbauan untuk menjaga ketertiban dan mengembalikan marwah musyawarah pun disuarakan.
Baca Juga: Stok Beras di Sumut Dipastikan Aman hingga Lebaran 2026, Bulog Siapkan Puluhan Ribu Ton Sekretaris Steering Committee
Musda Golkar Sumut, Muhammad Asril, menegaskan bahwa Musda merupakan forum resmi partai yang memiliki aturan serta tata tertib yang wajib dipatuhi seluruh kader.
Ia meminta pihak-pihak di luar peserta resmi agar tidak mengganggu jalannya persidangan yang berlangsung di Hotel JW Marriott Medan.
Menurut Asril, perbedaan pandangan dalam proses demokrasi internal adalah hal yang wajar.
Namun, seluruh aspirasi harus disampaikan melalui mekanisme organisasi yang sah, bukan dengan tindakan anarkis yang justru merusak soliditas partai.
Ia juga menilai tingginya perhatian terhadap Musda Golkar Sumut sebagai bukti bahwa Golkar masih menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Sumatera Utara.
Meski demikian, antusiasme tersebut harus dibarengi dengan kedewasaan dalam berpolitik.
Baca Juga: Naslindo Sirait Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Perusda Mentawai, Ini Profil dan Latar Belakang Kadis Koperasi Sumut Asril mengingatkan arahan Pimpinan Sidang Musda, Guntur, yang menekankan pentingnya menjalankan musyawarah dalam suasana kebersamaan dan kondusif.
Musda, kata dia, harus menjadi ajang persatuan dan kegembiraan, bukan diwarnai caci maki maupun kekerasan.
Steering Committee, lanjut Asril, berkomitmen penuh menjaga proses Musda agar tetap berjalan profesional, objektif, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar.
Penyelenggara berharap insiden kericuhan tersebut tidak terulang dan
Musda Golkar Sumut dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang solid serta berintegritas.
Situasi ini menjadi ujian penting bagi Golkar Sumut untuk menunjukkan kedewasaan politik dan kemampuan menjaga persatuan di tengah perbedaan kepentingan.
Baca Juga: Stok Beras di Sumut Dipastikan Aman hingga Lebaran 2026, Bulog Siapkan Puluhan Ribu Ton