digtara.com -Sebuah mobil warna putih dan tempat usaha warga di Jalan Fetor Foenay, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang rusak parah tertimpa pohon tumbang.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/2/2026) petang.
Pohon tumbang menimpa satu unit mobil LCGC (Low Cost Green Car) atau City Car, Honda Brio Satya, serta sebuah tempat usaha cuci motor di Jalan Fetor Feonay, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Mobil tersebut dikendarai oleh MAT, warga Jalan Amabi, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Baca Juga: Air Meluap, Mobil Pengawal Bupati Kupang Terseret Arus Banjir di Kali Siumate Saat kejadian, korban sedang melintas bersama istri dan anaknya dari arah Maulafa menuju BTN Kolhua.
Aparat keamanan dari Satbrimob Polda NTT, Ditsamapta, Polsek Maulafa dan BPBD Kota Kupang serta warga setempat pun turun tangan.
Piket Polsek Maulafa yang menerima laporan masyarakat terkait kejadian tersebut turun ke lokasi dipimpin Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah untuk mengamankan area dan mengatur arus lalu lintas.
Kapolsek Maulafa menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan korban, saat melintas di lokasi kejadian korban tidak menyadari adanya pohon yang sudah dalam kondisi miring.
Istri korban kemudian memperingatkan bahwa pohon tersebut akan tumbang.
Korban sempat berusaha mempercepat laju kendaraan, namun sesaat setelah berada tepat di bawah pohon, batang pohon tersebut jatuh dan menimpa mobil yang dikendarainya.
Baca Juga: Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Angkot di Kota Kupang Terancam 15 Tahun Penjara Korban bersama keluarga segera keluar dari kendaraan untuk menyelamatkan diri.
Akibat kejadian tersebut, MAT mengalami luka lecet di tangan kanan dan ibu jari kiri.
Istrinya, TECN, mengalami memar di bagian kepala.
Sementara itu, tempat usaha cuci motor milik AMR, warga Kelurahan Kolhua, juga mengalami kerusakan pada bangunan serta satu unit fiber penampung air.
Personel Ditsamapta Polda NTT dan Brimob Polda NTT, serta BPBD Kota
Kupang tiba di lokasi.
Evakuasi kemudian dilakukan dengan memotong batang pohon menggunakan sensor, dan mengangkat potongan kayu menggunakan kendaraan operasional dari Polda NTT.
Berbekal peralatan seperti parang dan chainsaw, aparat dan warga masyarakat bergotong royong membersihkan sisa pohon dan daun yang tumbang
Baca Juga: Air Meluap, Mobil Pengawal Bupati Kupang Terseret Arus Banjir di Kali Siumate Beberapa pohon yang berpotensi tumbang di jalan Fetor Foenay, Kecamatan Kolhua, ikut dibersihkan.
Kegiatan tanggap bencana pohon tumbang yang menimpa mobil, tempat usaha milik masyarakat dan memotong beberapa pohon yang berpotensi tumbang ini dihadiri Kasi Log, Wadanden Gegana, Pasi Ops Detasemen Gegana, Danki 2 Batalyon A Pelopor serta puluhan personel gabungan staf dari Detasemen Gegana dan Kompi 2 Batalyon A
Aparat keamanan dan warga serta pemerintah setempat memotong beberapa pohon yang berpotensi tumbang di jalan Fetor Funay.
Upaya ini berlangsung beberapa jam hingga material yang menutupi badan jalan serta menimpa mobil dan tempat usaha warga benar-benar sudah bersih.
Proses pembersihan dan evakuasi selesai pada pukul 14.20 Wita dalam keadaan aman dan lancar.
Kendaraan yang terdampak dievakuasi oleh personel gabungan Polsek Maulafa, Ditsamapta Polda NTT, Brimob Polda NTT, BPBD Kota Kupang serta dibantu warga setempat. Arus lalu lintas di lokasi kembali berjalan lancar.
Baca Juga: Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Angkot di Kota Kupang Terancam 15 Tahun Penjara
Untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari, Kapolsek Maulafa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang kerap disertai angin kencang.
"Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat berkendara, dan bagi warga yang memiliki pohon tinggi di sekitar tepi jalan, segera lakukan pemangkasan, jika pohon sudah terlihat tua dan rawan tumbang, sebaiknya ditebang. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian material" pungkas AKP Fery