digtara.com -Gregorius Bria Nahak (26), seorang tukang ojek di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dengan posisi gantung diri.
Warga Dusun Kakaniuk B, Desa Kakaniuk, Kecamatan
Malaka Tengah, Kabupaten
Malaka ini mengakhiri hidupnya pada Sabtu (21/2/2026) di dalam rumahnya.
Ibu korban, Blandina Bui (52) mengaku kalau pada Sabtu (21/2/2026) pagi, korban sempat datang ke rumah ibunya.
Korban masih sempat makan di rumah ibunya dan Blandina pun melayat ke rumah kerabat yang meninggal.
Baca Juga: Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Siang hari, Blandina kembali ke rumah dan mendapati pintu dalam keadaan tertutup serta terkunci dari dalam.
Ia kemudian berusaha melihat ke dalam melalui celah dinding dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung.
Karena panik, Blandina kembali ke rumah duka untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga sekitar.
Warga kemudian melaporkan ke pihak kepolisian sehingga piket fungsi Polres
Malaka dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) mendatangi TKP.
Polisi menemukan korban dalam keadaan tergantung pada tiang di dalam rumah.
Anggota Unit Identifikasi dibantu piket fungsi melakukan identifikasi jenazah korban.
Baca Juga: Hendak Tidur, Warga di Ende Kaget Temukan Rekannya Tewas Gantung Diri Polisi mengevakuasi jenazah korban ke RSUPP Betun untuk dilakukan visum luar.
Namun keluarga menolak dilakukan otopsi sehingga membuat surat penolakan otopsi dan iklas menerima kematian korban.
Istri korban, Agustina Telik mengaku kalau korban pernah menjalani perawatan di RSPP Betun, Kabupaten Malaka pada tahun 2024 selama kurang lebih dua minggu karena kondisi kesehatan tertentu.
Agustina yang sudah dua tahun menikah dengan korban juga mengaku kalau sehari sebelumnya atau pada Jumat, 20 Februari 2026, korban sempat menyampaikan kepada istrinya bahwa dirinya merasa hidupnya tidak akan panjang lagi.
Korban diduga mengalami tekanan psikologis yang dikuatkan dengan pernyataan sebelumnya kepada istri terkait kondisi hidupnya.
Riwayat perawatan medis sebelumnya juga kemungkinan turut mempengaruhi kondisi mental korban.
Hasil pemeriksaan visum luar dari dokter RSPP Betun menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar