digtara.com -AP alias Jeran (17), seorang pelajar pria di Kabupaten Manggarai Timur, NTT ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri pada Rabu (25/2/2026) malam.
Pelajar asal Kampung Dahang, Desa Desa Gurung Turi, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten
Manggarai Timur ini ditemukan
gantung diri di dapur asrama putra dan putri milik Eduardilus Costernovem di Kampung Benteng Dima, Kelurahan Mando Sawu Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten
Manggarai Timur.
Rabu, 25 Februari tahun 2026, korban mengeluh sakit sehingga bersama salah seorang rekan asrama tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMAN I Poco Ranaka Timur.
Korban beralasan kalau ia sakit keram pada lengan lanan mulai dari bahu sampai pergelangan tangan.
Baca Juga: Tukang Ojek di Malaka Ditemukan Tewas Gantung Diri Rekan korban, Klaudino Jehaman memijat korban pada lengan kanan.
Usai dipijat, korban langsung menuju dapur untuk makan siang dan kembali lagi ke kamar untuk istrahat siang usai makan.
Pada Rabu malam, korban sempat duduk bersama rekannya. Namum beberapa saat kemudian, korban kembali ke tempat tidur sambil bermain handphone.
Sementara beberapa rekan korban masih melanjutkan pembicaraan dengan sesama teman asrama.
Salah satu rekan korban, Frumensius Dulama kemudian ke dapur hendak memasak untuk makan malam.
Saat itu pintu dapur dalam keadaan terkunci dari dalam.
Baca Juga: Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Frumensius berinisiatif untuk mengintip lewat celah dinding dapur kemudian mendobrak pintu tersebut secara paksa.
Ia kaget dan mendapati korban dalam keadaan tergantung di tiang atap dapur dengan seutas tali nilon warna putih berukuran 4 meter.
Para penghuni asrama langsung menghubungi anggota Pospol Mano yang langsung mendatangi lokasi kejadian.
Anggota unit Identifikasi Sat Reskrim Polres
Manggarai Timur dipimpin Kasat Reskrim Polres
Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri ke lokasi melakukan olah TKP bersama tim medis dari Puskesmas Mano disaksikan pihak keluarga.
Korban diduga melakukan gantung diri sejak pukul 21.00 Wita dan baru ditemukan pada pukul 21.29 Wita oleh rekan asramanya.
Hasil pemeriksaan petugas Puskesmas Mano, Yosef Budiman bersama dua rekan terhadap fisik jenasah korban tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan.
Baca Juga: Hendak Tidur, Warga di Ende Kaget Temukan Rekannya Tewas Gantung Diri
Hanya ada satu bekas lilitan yang melingkari leher korban. Korban meninggal murni karena
gantung diri.
Belum diketahui pasti penyebab korban melakukan
gantung diri.
Beberapa rekan korban mengaku kalau selama ini korban tidak ada masalah dan tidak ada gejala stres maupun depresi / tertekan.
Korban bersama rekan asrama tetap melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar sebagaimana biasanya.
Pihak keluarga diwakili paman kandung, Dominikus Antus menerima kematian korban sebagai takdir dan menolak dilakukan otopsi serta menyatakan tidak akan menuntut untuk diproses hukum.
Baca Juga: Tukang Ojek di Malaka Ditemukan Tewas Gantung Diri
Keluarga korban kemudian membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
Jenazah kemudian dibawa pulang oleh keluarga ke lampung halaman di Kampung Dahang, Desa Desa Gurung Turi, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur untuk disemayamkan dan dimakamkan.