digtara.com -Seorang remaja pria berusia 13 tahun di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT tenggelam dan ditemukan meninggal dunia pada Jumat (6/3/2026) petang.
Korban
Yosep Marianus Tmaneak merupakan pelajar kelas VII dan tinggal di asrama Berdikari SMPK Mimbar Budi Manufui, Desa Upfaon, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU.
Korban tenggelam di Sungai Baki di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan.
Kasus ini dilaporkan ke piket SPKT Polsek Biboki Selatan oleh Filiardus Afoan (63), warga RT 06/RW 03, Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU.
Baca Juga: Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa Korban berhasil ditemukan oleh personel Polsek Biboki Selatan dan dievakuasi ke Puskesmas Manufui untuk dilakukan tindakan medis lanjutan.
Korban ditemukan pada kedalaman air kurang lebih 2,5 meter dalam posisi tubuh korban telungkup, menggunakan celana seragam SMP berikat pinggang tanpa menggunakan baju serta pada mulut dan hidung korban mengeluarkan cairan warna kuning dan busa putih.
Petrus Krisantus Usatnesi (13) rekan korban yang pelajar kelas VII SMPK Mimbar Manufui mengaku kalau saat itu ia berenang bersama korban.
Petrus berenang sepulang sekolah sekira pukul 15.00 Wita bersama dua teman lainnya Febriano Amfotis dan Julius Alvino Seran.
Awalnya mereka ke sungai untuk mencuci pakaian.
Selang 10 menit kemudian datanglah korban bersama beberapa orang teman asrama lainnya yakni Herman Tabesi, Stefanus Tulasi, Kevin Widarso Lini dan Mario Denipiras Amfotis dengan keperluan mencuci juga.
Baca Juga: Warga Sabu Raijua Tenggelam dan Meninggal Saat Memancing Setelah mencuci, korban bersama temannya Kevin Widarso Lini dan Herman Tabesi langsung mandi.
Selanjutnya Petrus setelah menyelesaikan cuciannya juga langsung mandi.
Berselang 10 menit kemudian, ia melihat korban yang sedang kesulitan berenang dan hampir tenggelam.
Petrus berupaya menarik korban supaya bisa selamat namun upaya tersebut gagal.
Herman Tabesi (13), pelajar kelas VII SMPK Mimbar Budi Manufui mengaku kalau saat berenang ia merasa korban menarik celananya.
Herman juga nyaris tenggelam. Ketika ia berbalik, ia melihat hanya tangan korban yang sedang terangkat dan memukul permukaan air.
Baca Juga: Lagi, Korban Tenggelam Saat Nonton Kapal Kandas di Sumba Barat Daya Ditemukan
Sekitar 1 menit kemudian, dari pinggir kali/sungai, Herman melihat korban terbenam ke dalam air.
Petelah dilakukan tindakan medis lanjutan di Puskesmas Manufui, keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah sehingga membuat surat penolak otopsi.
Keluarga korban membawa korban ke rumah duka di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU menggunakan pick up untuk disemayamkan.
Kasi Humas Polres TTU, Iptu Markus Wilco Mitang mengakui kalau korban merupakan seorang anak yang menghuni asrama Berdikari SMPK Mimbar Budi Manufui, Desa Upfaon.
Sedangkan orang tua kandungnya tinggal di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU
"Lokasi tersebut sering digunakan oleh anak-anak usia sekolah (SD-SMP) untuk mencuci dan mandi tanpa adanya pengawasan dari orang dewasa. Lokasi TKP berjarak sekitar 120 meter dari pemukiman," ujarnya pada Jumat petang
Baca Juga: Polres TTU Bagi Takjil Kepada Warga dan Organisasi Mahasiswa