digtara.com -Wilayah Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya diguncang rangkaian gempa bumi tektonik pada Senin (20/4/2026) malam.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang,
Arief Tyastama, mengonfirmasi bahwa terdapat tiga aktivitas
gempa yang tercatat dalam rentang waktu yang berdekatan.
Gempa bumi dengan magnitudo terbesar mencapai M 3,1.
"Benar, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi di wilayah tenggara Larantuka sejak pukul 19.38 WIB hingga 20.55 WIB," ujar Arief saat dikonfirmasi, Senin malam.
Baca Juga: Polki Bantu Bangun Tenda dan Polwan Bantu Dapur Umum di Posko Bencana Alam Flores Timur Berdasarkan data Stasiun Geofisika Kupang, berikut adalah rincian tiga
gempa tersebut yakni pukul 19.38 WIB: Magnitudo 1,6 di kedalaman 17 kilometer. Berlokasi 24 kilometer Tenggara
Larantuka.
Pukul 20.36 WIB Magnitudo 3,1 di kedalaman 6 kilometer. Berlokasi 27 kilometer Tenggara Larantuka.
Pukul 20.55 WIB: Magnitudo 2,8 di kedalaman 11 kilometer. Berlokasi 22 kilometer Tenggara Larantuka.
Arief menjelaskan bahwa
gempa yang terjadi merupakan jenis
gempa bumi dangkal.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan dampak dari guncangan tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tambahnya.
Baca Juga: Korban Gempa Flores Timur Butuh Sejumlah Bantuan Masyarakat juga diminta untuk memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan
gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran sebelum kembali ke dalam rumah.
Informasi ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring dengan kelengkapan data di lapangan.
Pafa Senin malam pukul 20:36:27 WIB terjadi gempa susulan di Kabupaten Flores Timur dan sekitarnya.
Hasil analisis
BMKG menunjukkan
gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M3.4.
Episenter
gempabumi terletak pada koordinat 8.47° LS dan 123.15° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 27 km Tenggara
Larantuka-NTT pada kedalaman 4 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar aktif yang merupakan rangkaian gempabumi susulan tanggal 8 April 2026 M4.7.
Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Solor Timur dengan skala intensitas III - IV MMI (Getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, diluar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pimtu gemerincing dan dinding berbunyi).
Baca Juga: Polki Bantu Bangun Tenda dan Polwan Bantu Dapur Umum di Posko Bencana Alam Flores Timur