digtara.com -Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara pada Kamis, 23 April 2026. Peristiwa ini melanda dua daerah sekaligus, yakni Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Tapanuli Utara, yang menyebabkan gangguan pada akses jalan vital masyarakat.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB)
Sumatera Utara, longsor terjadi di Kecamatan Fanayama dan Kecamatan Simangumban.
Akses Jalan Terganggu hingga Terputus
Dampak longsor cukup signifikan, terutama terhadap infrastruktur jalan. Di Nias Selatan, akses menuju Jalan Sorake sempat terdampak material longsoran. Sementara di Tapanuli Utara, jalan nasional Tarutung–Sipirok dilaporkan terputus sepanjang kurang lebih 15 meter.
Baca Juga: Banjir Bandang Tapanuli Utara 24 April 2026, 4 Rumah Hanyut dan 18 Rusak Berat Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik di kedua wilayah tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.
"Berdasarkan laporan, korban luka maupun korban meninggal dunia dan pengungsi nihil," ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Penanganan dan Pembersihan Masih Berlangsung
Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan di lokasi terdampak, termasuk pembersihan material longsor dan pemulihan akses jalan.
Saat ini, kondisi di Nias Selatan dilaporkan sudah kembali bisa dilalui. Sementara itu, di Tapanuli Utara proses pembersihan masih terus dilakukan agar akses jalan nasional dapat segera normal kembali.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Sumut Aman 4 Bulan, Capai 61.000 Ton untuk Jaga Ketahanan Pangan Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Wilayah perbukitan dan jalur rawan longsor di Sumatera Utara diharapkan tetap siaga, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur dalam waktu lama.