digtara.com -Rumah seorang pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tebing Tinggi diteror tembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Selasa malam, 13 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bani Hasyim, Kecamatan Padang Hilir, Kota
Tebing Tinggi dan sempat menghebohkan warga sekitar akibat suara letusan yang terdengar cukup keras.
Dalam insiden itu, satu unit mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi BK 1618 MH milik korban bernama Martin Simangunsong menjadi sasaran tembakan. Mobil yang terparkir di depan rumah mengalami kerusakan pada bagian depan akibat tembakan tersebut.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polres Tebing Tinggi bersama Polsek Padang Hilir dan Tim Inafis langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Salah seorang saksi bernama Zulpan mengaku terkejut mendengar suara letusan di depan rumah korban. Setelah keluar rumah, ia melihat warga sudah ramai berkumpul di sekitar lokasi.
Baca Juga: Ambulans Tabrak Truk di Tol Tebing Tinggi–Indrapura, 2 Tewas di Lokasi
Menurut keterangannya, ada dua orang yang terlihat mengendarai sepeda motor di sekitar lokasi sebelum kejadian. Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah keduanya merupakan pelaku penembakan.
"Saya dengar suara letusan, lalu keluar rumah dan warga sudah ramai. Memang ada dua orang naik sepeda motor, tapi belum tahu apakah mereka pelakunya," ujar Zulpan.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif maupun pelaku penembakan rumah pegawai lapas tersebut.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tebing Tinggi juga belum bersedia memberikan komentar saat dikonfirmasi awak media.
Untuk menghindari kerumunan warga, mobil korban yang menjadi sasaran tembakan ditutupi menggunakan tenda dan dipasangi garis polisi.
Kasus penembakan ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian guna mengungkap pelaku dan motif di balik aksi
teror tersebut.