digtara.com -Dua unit rumah kontrakan semi permanen di Jalan Cemara Gang Coklat, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, hangus dilalap si jago merah pada Kamis malam (21/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Dalam peristiwa tersebut, seorang petugas pemadam
kebakaran bernama Johan mengalami patah kaki kanan setelah terjatuh dari pohon saat membantu proses pemadaman dan evakuasi.
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan medis.
Api Hanguskan Dua Rumah dan Sepeda Motor
Berdasarkan rekaman video warga, api dengan cepat membesar dan membakar dua rumah kontrakan semi permanen milik Yenti dan Buk Nur.
Selain menghanguskan bangunan rumah, dua unit sepeda motor milik Yenti yang terparkir di dalam rumah juga ikut terbakar dan tidak sempat diselamatkan.
Baca Juga: Empat Bangunan Pondok Rumput Laut di Sabu Raijua Terbakar
Menurut keterangan warga, saat kejadian rumah milik Yenti dalam keadaan kosong karena pemilik sedang berjualan di luar rumah.
Diduga api pertama kali muncul dari rumah Yenti. Karena sebagian besar bangunan terbuat dari papan, api dengan cepat menyebar dan merembet ke rumah milik Nur yang berada tepat di sebelahnya.
Lima Unit Mobil Damkar Diterjunkan
Mendapat laporan warga, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tebing Tinggi langsung menerjunkan lima unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.
Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya di kawasan padat penduduk tersebut.
Setelah lebih dari satu jam proses pemadaman berlangsung, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Korban Sebut Listrik Sempat Padam Berulang Kali
Korban Yenti mengatakan sebelum kebakaran terjadi, aliran listrik di lokasi sempat padam menyala berulang kali.
Ia menduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.
Selain kerugian materiil, Yenti juga menyebut salah seorang tetangganya mengalami luka bakar di bagian bahu belakang dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Kuasa Hukum Bantah MFR Berstatus DPO, Terpidana Disebut Kooperatif dan Serahkan Diri
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota
Tebing Tinggi, Fadli, membenarkan peristiwa
kebakaran tersebut.
Menurutnya, kondisi lokasi yang sempit dan sulit dilalui menjadi kendala saat proses pemadaman berlangsung.
Ia juga memastikan petugas damkar yang mengalami patah kaki telah mendapat penanganan medis di rumah sakit.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polres Tebing Tinggi.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Polisi juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Baca Juga: Empat Bangunan Pondok Rumput Laut di Sabu Raijua Terbakar
Akibat
kebakaran ini, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.