Cuaca Ekstrim Hingga Suhu 7 Derajat Diduga Picu Kematian Mendadak Puluhan Sapi Milik Warga TTS

Imanuel Lodja - Kamis, 30 Juli 2026 07:15 WIB
Ternak sapi milik warga di Kabupaten TTS mati mendadak karena cuaca ekstrim

digtara.com - Cuaca ekstrim melanda wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.Dalam dua pekan terakhir, suhu di sebagian besar wilayah Kabupaten TTS berada dibawah 10 derajat celcius.

Secara bersamaan puluhan ekor sapi milik warga di dua desa berbeda di Kabupaten TTS ditemukan mati mendadak.

Penyebab sementara diduga kuat akibat cuaca buruk yang disertai hujan lebat serta kabut dingin dengan suhu mencapai tujuh derajat celcius

Cuaca ini melanda wilayah pegunungan dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Kabupaten TTS melalui Dinas Peternakan turun ke lokasi untuk meninjau langsung dan memberikan penanganan yang diperlukan.

Kematian mendadak puluhan ekor sapi ini menimpa warga Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara dan Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS.

Baca Juga: Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan

Berdasarkan informasi, kematian ternak ini terjadi secara beruntun sejak cuaca berubah menjadi sangat dingin sejak Minggu, 26 Juli 2026 lalu.

Saat itu kondisi cuaca sangat dingin disertai kabut tebal hingga saat ini.

Suhu udara di kedua wilayah pegunungan tersebut tercatat merosot hingga 7 derajat celcius, kondisi yang sangat ekstrem bagi ternak sapi warga.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Marthen Johanis Banunaek menjelaskan bahwa hingga saat ini laporan yang masuk dari Desa Tunua dan Desa Fatumnasi berjumlah sekitar 59 ekor sapi milik warga yang ditemukan mati mendadak.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda penyakit menular atau keracunan.

Indikasi paling kuat adalah akibat kondisi cuaca yang sangat buruk, hujan terus menerus diselimuti kabut dingin dengan suhu menyentuh angka 7 derajat celcius.

Sapi-sapi tersebut tidak kuat menahan hawa dingin, apalagi sebagian besar belum memiliki perlindungan kandang yang layak dari cuaca ekstrem.


"Tim kami sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan sampel guna memastikan tidak ada penyakit lain yang membahayakan," ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya telah memberikan obat-obatan serta vitamin tambahan bagi sapi-sapi warga yang masih bertahan agar daya tahan tubuhnya meningkat.

Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memberikan bantuan stimulan bagi warga yang terkena musibah ini.

"Kami juga menghimbau seluruh masyarakat yang memiliki ternak di daerah dataran tinggi untuk segera mengamankan ternaknya ke tempat yang terlindung dari angin dan hujan, serta memberikan pakan tambahan agar ternak lebih tahan terhadap suhu dingin," ujarnya.

Kondisi cuaca dingin dan berkabut ini masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan khususnya di wilayah Mollo Utara, Fatumnasi dan daerah dataran tinggi lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau seluruh warga peternak untuk lebih waspada dan tidak membiarkan ternaknya berada di tempat terbuka pada malam hari hingga pagi hari saat suhu berada di titik terendah.

Baca Juga: Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan

"Kami akan terus memantau perkembangan kondisi ini setiap saat," tandasnya.

Pihaknya berencana dalam waktu dekat paling lambat Senin, 3 Agustus 2026 pekan depan, tim akan melakukan pelayanan massal berupa vaksin vitamin kepada ternak sapi yang masih hidup.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dua Kelompok Massa di Manggarai Barat Bentrok Soal Sengketa Lahan

Peristiwa

BK Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Namun Tetap Dapat Hak Keuangan

Peristiwa

Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Tekankan Integritas dan Profesionalisme Saat Lantik Pejabat Struktural Dan Fungsional

Peristiwa

Tersesat di Gunung Egon, Dua Pendaki Ditemukan Selamat

Peristiwa

Upaya Bunuh Diri Sempat Digagalkan Kerabat, Pria di Kabupaten Sikka Ditemukan Tewas Dalam Kamar

Peristiwa

Dihantam Angin dan Gelombang, Perahu Ikan Milik Warga Sabu Raijua Tenggelam di Pantai