Listrik di Nagekeo Masih Padam Dan Pasien Rumah Sakit Dipindahkan ke Tenda Darurat

Imanuel Lodja - Sabtu, 15 Agustus 2026 12:15 WIB
ist
Listrik di Nagekeo Masih Padam Dan Pasien Rumah Sakit Dipindahkan ke Tenda Darurat

digtara.com -Situasi pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, Kepulauan Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus dipantau aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan unsur penanggulangan bencana.

Hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 Wita, kondisi di Kabupaten Nagekeo masih dalam penanganan.

Masyarakat memilih berlindung di lokasi yang dianggap aman, terutama di tempat yang lebih tinggi dan area terbuka, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa jajaran Polda NTT bersama Polres jajaran terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.

"Bapak Kapolda NTT menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus berada di lapangan, melakukan pemantauan situasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terlebih saat ini masih terdapat potensi gempa susulan," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Berdasarkan data sementara yang diterima dari wilayah Kabupaten Nagekeo, terdapat satu orang korban meninggal dunia akibat peristiwa gempa bumi tersebut.

Baca Juga: Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan

Korban diketahui bernama Matrona Wona (72), Lansia yang juga warga RT 007, Kelurahan Nagenai, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo.

Sementara untuk korban luka-luka, hingga siang ini belum terdapat data yang dapat dipastikan.

Pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan mengingat situasi masih berlangsung dan masyarakat masih berada di lokasi-lokasi pengungsian sementara.

Selain korban jiwa, gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Nagekeo.

Hingga saat ini, jaringan listrik di wilayah Kabupaten Nagekeo dilaporkan padam total.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses penanganan pascabencana, terutama untuk mendukung pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.

Kerusakan material juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan, meliputi gedung perkantoran, pertokoan, tempat ibadah dan rumah warga.

Namun, rincian jumlah maupun tingkat kerusakan belum dapat dipastikan karena petugas masih melakukan pendataan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil dan masih adanya gempa susulan.

"Untuk data kerusakan material maupun korban luka-luka masih terus kami lakukan pendataan. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang," kata Kabid Humas Polda NTT.

Baca Juga: Lima Warga Meninggal Pasca Gempa M7,7 Nagekeo, Forkopimda NTT Terbang ke Flores


Keselamatan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Aeramo juga menjadi perhatian serius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo saat ini sedang mengupayakan pembangunan tenda darurat di luar gedung rumah sakit.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, sekaligus memberikan ruang aman bagi pasien dan tenaga medis.

Kabid Humas juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas serta tidak panik.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mencari tempat yang aman dan terbuka, serta mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dalam situasi bencana informasi yang benar sangat penting untuk mencegah kepanikan," tegas Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Jajaran Kepolisian bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap perkembangan situasi di Kabupaten Nagekeo dan wilayah lain yang terdampak gempa.

Baca Juga: Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan

Pendataan korban, kerusakan bangunan, kondisi fasilitas umum, jaringan listrik serta kebutuhan masyarakat masih berlangsung. Data tersebut bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses asesmen serta perkembangan situasi di lapangan.

Polda NTT memastikan seluruh jajaran tetap siaga untuk memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung proses penanganan bencana hingga situasi kembali aman dan kondusif.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dua Warga di Kabupaten Lembata-NTT Jadi Korban Gigitan Anjing

Peristiwa

Di Sumba Barat Daya-NTT, KPK Perluas Jaringan Anti Korupsi Hingga ke Sekolah

Peristiwa

Kendaraan Roda Empat di TTU Hanya Dibolehkan Isi BBM di SPBU 120 Liter Per Hari

Peristiwa

Kapolda NTT Minta Seluruh Kapolres di Flores Bantu Warga Berdampak Gempa

Peristiwa

Di Sikka, Dua Orang Meninggal Pasca Gempa dan Lima Warga Dalam Perawatan

Peristiwa

Lima Warga Meninggal Pasca Gempa M7,7 Nagekeo, Forkopimda NTT Terbang ke Flores