Gunung Api Ili Lewotolok di Lembata-NTT Kembali Erupsi

Imanuel Lodja - Selasa, 08 September 2026 06:38 WIB
ist
Gunung Api Ili Lewotolok di Lembata-NTT Kembali Erupsi

digtara.com -Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Meski aktivitas vulkanik masih berada pada status level II atau waspada, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada.

Erupsi terjadi sekitar pukul 06.41 WITA dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati condong ke arah tenggara.

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 22 detik, serta disertai dentuman dengan intensitas sedang.

Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok bersama Pos Pengamatan Gunung Api dan BPBD Kabupaten Lembata.

Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Medan, 26 Penerbangan Kualanamu-Jakarta Batal

Menurutnya, langkah utama yang dilakukan kepolisian adalah memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus memahami batas aman yang harus dipatuhi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Lewotolok. Hindari wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya dan ikuti setiap informasi resmi dari petugas," ujar AKBP Nanang.

Ia menjelaskan, personel Polres Lembata bersama Polsubsektor Ile Ape juga terus melakukan pemantauan di lapangan.

Hingga saat ini, aktivitas masyarakat dan lalu lintas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Ile Ape dengan Lewoleba masih terpantau berjalan lancar.

Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang beraktivitas di sekitar kaki gunung.

Masyarakat diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

Selain ancaman guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor, masyarakat juga diingatkan terhadap dampak abu vulkanik.

Warga di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung hidung dan mulut, melindungi mata dan kulit, serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

Aktivitas Gunung Ili Lewotolok juga berdampak pada sektor transportasi udara. Abu erupsi menyebabkan operasional penerbangan di Bandara Wunopitu Lembata terganggu dan penutupan bandara masih berlangsung berdasarkan informasi dari pihak pengelola bandara.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup 4 Jam, 33 Penerbangan Terdampak


Meski demikian, kondisi kehidupan masyarakat di wilayah sekitar gunung, termasuk Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Kota Lewoleba, hingga saat ini belum menunjukkan gangguan berarti akibat aktivitas erupsi.

AKBP Nanang menegaskan, Polres Lembata tidak bekerja sendiri dalam menghadapi situasi tersebut.

Koordinasi terus dilakukan bersama Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok dan BPBD Kabupaten Lembata sebagai bagian dari langkah preemtif dan preventif.

"Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan memantau perkembangan aktivitas gunung. Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak panik, tetapi tetap disiplin mengikuti rekomendasi dan informasi resmi," katanya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api dan Badan Geologi," ujarnya.

Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Medan, 26 Penerbangan Kualanamu-Jakarta Batal

Gunung Ili Lewotolok saat ini masih berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui sumber resmi Badan Geologi dan PVMBG serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Enam Unit Sepeda Motor di Lembata-NTT Dibakar OTK Saat Ditinggal Antri BBM

Peristiwa

Lima Orang Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal Dump Truk di Lembata-NTT

Peristiwa

Diduga Sakit Epilepsi, Seorang Wanita di Lembata Ditemukan Tewas Terapung di Laut

Peristiwa

Potong Pohon Lontar, Petani di Lembata-NTT Malah Tewas Tertimpa Pohon Kelapa

Peristiwa

Karo Ops Polda NTT dan Dua Kapolres Diserahterimakan

Peristiwa

Bayi Malang di Lembata Diserahkan Orangtuanya kepada Warga