digtara.com - Kecelakaan bus terjadi di Jalan Lintas Desa Boho, Dusun I, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (19/9/2026).
Satu unit bus penumpang bernomor polisi Z 7763 NE terjun ke area jurang di depan rumah warga dengan kedalaman sekitar 8 meter.
Bus tersebut diduga mengalami kerusakan pada bagian pengendali kemudi sebelum keluar dari badan jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, tetapi 26 dari 29 penumpang mengalami luka-luka.
Para korban kemudian mendapat penanganan medis di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan. Dari 26 korban luka, tiga orang dilaporkan mengalami patah tulang, sedangkan 23 lainnya mengalami luka ringan.
Bus Diduga Alami Kerusakan pada KemudiBus dikemudikan oleh pria berinisial KW (43), warga Kisaran. Saat kecelakaan terjadi, bus sedang membawa 29 penumpang dalam perjalanan dari Sibeabea menuju Pangururan.
Berdasarkan keterangan awal pengemudi, kecelakaan bermula ketika bus melintas di Jalan Lintas Boho.
Baca Juga: Tabrak Lari di Toba Tewaskan Dua Mahasiswi, Polisi Buru Pengemudi Mobil
"Tiba-tiba terjadi kerusakan atau patah pada salah satu komponen pengendali kemudi," kata Plt Kasi Humas Polres
Samosir BrigPol Gunawan Situmorang, Minggu (20/9/2026).
Kerusakan tersebut membuat kemudi tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga bus sulit dikendalikan.
"Kendaraan kemudian keluar dari badan jalan hingga akhirnya terjun ke arah depan rumah warga," ujarnya.
Polisi dan Warga Evakuasi PenumpangSetelah menerima informasi kecelakaan, personel Polres Samosir bersama jajaran terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan bersama Kasat Lantas dan personel Polres Samosir turut mengecek langsung lokasi kejadian.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena sejumlah penumpang masih berada di dalam bus yang mengalami kerusakan dan tidak dapat keluar sendiri.
"Sejumlah penumpang masih berada di dalam badan bus yang mengalami kerusakan dan tidak mampu keluar sendiri," kata Gunawan.
Personel Satuan Lalu Lintas Polres Samosir bersama masyarakat sekitar kemudian masuk ke dalam bus untuk membantu mengevakuasi para penumpang.
Seluruh korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans rumah sakit dan kendaraan pendukung Polres Samosir ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan.
"Tidak ada korban jiwa, namun terdapat 26 orang penumpang mengalami luka-luka yang dievakuasi ke Rumah Sakit Hadrianus Sinaga Pangururan untuk mendapatkan pertolongan medis," ujar Gunawan.
Baca Juga: Pulang Pesta dan Tabrak Trotoar, Wartawan di Kabupaten TTU Meninggal Dunia Polisi Selidiki Penyebab KecelakaanUnit Laka Satlantas Polres
Samosir masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti
kecelakaan bus tersebut.
Sopir dan kernet bus telah dimintai keterangan oleh petugas. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi terkait kecelakaan.
"Saat ini sopir dan kernet bus sedang diambil keterangannya di ruangan Unit Laka Sat Lantas Polres Samosir, sedangkan korban yang sehat sudah diantarkan ke tempat yang nyaman di Pangururan untuk beristirahat," tutup Gunawan.
Hingga proses penyelidikan berlangsung, polisi masih mendalami kondisi kendaraan dan faktor lain yang menyebabkan bus keluar dari badan jalan hingga terjun ke area jurang.