Kasus Karamnya Kapal Jabal Nur Masih Ditangani Syahbandar

Imanuel Lodja - Senin, 13 Januari 2020 07:42 WIB

digtara.com | KUPANG – Kapolres Manggarai Barat Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) AKBP Handoyo Santoso, SIK menyebutkan kasus karam/tenggelamnya kapal Jabal Nur beberapa waktu lalu masih ditangani pihak syahbandar Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.

“Saat ini masih ditangani oleh syahbandar. bila ada tindak pidana mama akan diserahkan ke Polres,” ujar Kapolres Manggarai Barat saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020) siang.

Mantan komandan kapal KP Yudistira 8003 ini mengakui kalau sebelumnya pihak kepolisian sudah meminta keterangan dari sejumlah pihak sebagai saksi kasus ini. Kecelakaan laut ini terjadi di perairan Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (5/1/2020) malam.

Sebuah kapal yang memuat garam dari Sulawesi Selatan karam dan tenggelam setelah menabrak karang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kapal “Jabal Nur” dan muatan garam 18 ton tidak bisa diselamatkan dan tenggelam.

Peristiwa kapal muat garam menabrak karang terjadi di depan desa Seraya marannu pulau seraya besar Kabupaten Manggarai Barat sekitar pukul 01.00 wita. Kapal tersebut berangkat dari jampea provinsi Sulawesi Selatan hendak menuju ke kabupaten Bima provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam perjalanan kapten kapal, HM Nur tiba-tiba sakit dan digantikan sama anak buah kapal (ABK), Yusran. Setelah berlayar di depan pulau seraya Besar Kabupaten Manggarai Barat, Rusulan bingung dan tidak mengetahui jalur yang harus dilintasi.

Anak buah kapal (Yusran) sesuai keterangannya saat diperiksa polisi pasca kejadian ini mengakui kalau ia tidak mengetahui jalan/jalur. Akibatnya terjadilah peristiwa kapal menabrak karang dan kapal pun langsung miring. Diatas kapal selain ada HM Nur selaku kapten Kapal juga ikut serta lima orang anak buah kapal masing-masing Aco, Wawan, Zakarua, Isran san Yusran yang berperan sebagai pengganti kapten.

Kapal tenggelam karena ombak besar sehingga kapal dan garam sebanyak 18 Ton tidak bisa diselamatkan lagi.

“Tidak Ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Para korban berada dirumah kepala desa seraya Kabupaten Manggarai Barat,” tandas Kapolres Manggarai Barat pasca peristiwa ini,” tambahnya.

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polda NTT Punya Rumah Bahagia Sebagai Pusat Pemulihan Mental Bagi Semua Pihak

Peristiwa

3.068 Personil Gabungan Amankan Operasi Ketupat Turangga 2026

Peristiwa

Pasca Banjir, Anggota Ditpolairud Polda NTT Turun Tangan Bantu Warga Bersihkan Rumah

Peristiwa

Perkuat Layanan Polisi di Sumba Tengah, Kapolda NTT Resmikan Pospol Umbu Ratu Nggay Barat

Peristiwa

Kapolda NTT Resmikan Pospol Umbu Ratu Nggay Barat Sambil Berbagi Tali Asih

Peristiwa

Kapolda NTT Bantu Lampu Penerangan Jalan Bagi Warga di Kabupaten Alor