digtara.com | KUPANG – Elisabet Seno, bocah usia tiga tahun yang juga warga RT 05/RW 03 Dusun II Desa Netemnanu Utara Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas dalam saluran irigasi.
Korban ditemukan Sandri Markus Kameo (30), pada Rabu (5/2/2020) malam di Oepoli RT 12/RW 02 Dusun III Desa Netemnanu Utara Kecamatan Amfoang Timur kabupaten Kupang dalam saluran irigasi tepatnya di belakang rumah Sandri Markus Kameo.
Awalnya sekitar pukul 18.00 wita, Sandri Markus Kameo (30) dan Mickjon Nobel (14), warga Dusun III Desa Netemnanu Utara Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang sedang membersihkan saluran irigasi untuk dimasukan ke areal sawah milik Sandri Markus Kameo.
Sebelum membersihkan saluran irigasi, Sandri Markus Kameo sempat menutup saluran menggunakan seng dan kayu bulat dengan tujuan membendung air supaya tertampung.
Selesai membersihkan saluran irigasi, Sandri Markus Kameo dan Mickjon Nobel hendak membuka penutup saluran.
Keduanya melihat baju korban namun kepala dan kaki korban tenggelam dengan posisi telungkup.Awalnya Sandri Markus Kameo menduga kalau itu adalah hewan (kambing) yang hanyut.Sandri Markus Kameo kemudian mengangkat baju korban ternyata sesosok mayat.
Sandri mengangkat korban ke samping penutup irigasi dan langsung melaporkan temuannya warga lain serta ke Polsek Amfoang Timur.
Saluran irigasi yang merupakan lokasi kejadian memiliki lebar sekitar satu meter dengan kedalaman air pada saluran irigasi tersebut ukuran sepinggang orang dewasa.
“Diperikirakan korban jatuh ke saluran irigasi yang berada dibelakang rumahnya karena jarak rumah korban dengan tempat korban ditemukan sekitar kurang lebih 1,5 kilometer,” ujar Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Sed Libranos Amalo, SH di Mapolres Kupang, Kamis (6/2/2020).
Kelurga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.Namun korban sempat dibawa ke Puskesmas Oepoli Kecamatan Amfoang Timur.
“Kita menghimbau kepada masyarkat yang tinggal di sekitar saluran irigasi agar menjaga dan mengawasi anak-anak yang bermain di saluran irigasi sehingga tidak ada lagi kejadian seperti korban saat ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang.