digtara.com | KUPANG – Kebakaran AMPS di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghanguskan 110 ton atau 550 drum bahan bakar minyak (BBM) berbagai jenis.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johanes Bangun, S.Sos SIK di Mapolda NTT, Rabu (12/2/2020) mengakui kalau BBM jenis solar terbakar sebanyak 35 ton atau 175 drum).Premium sekitar kurang lebih 60 ton atau 300 drum.
BBM jenis Minyak tanah 10 ton atau 50 drum serta Pertalite lima ton atau 25 drum.Kegiatan pemadaman dipimpin Kapolsek Sabu Barat Polres Sabu Raijua, Kompol. Samuel S. Simbolon, SH MH bersama personil Polsek Sabu Barat dan team Pemadam kebakaran Kabupaten Sabu Raijua.
“Untuk penyebab sumber api kebakaran belum diketahui masih dalam penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda NTT.
Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hangus terbakar, Rabu (12/2/2020) siang sekitar pukul 13.30 wita.
APMS tersebut merupakan milik Zainal Abidin Alboneh alias Abbah Zen yang terletak di Jalan Trans Seba Bolou RT 08/RW 04 Dusun II Desa Robo Aba Kabupaten Sabu Raijua.Jen (35), salah seorang petugas AMPS mengakui kalau saat itu sekitar pukul 13.00 wita merupakan waktu istrahat dan semua petugas istrahat siang.
Pintu AMPS pun sudah ditutup dan karyawan semua duduk-duduk di depan pangkalan sambil menikmati makan siang
“Belum semua (karyawan) selesai makan siang, terlihat kepulan asap dari dalam pangkalan sebelah kanan. Selanjutnya api sudah membesar,” ujarnya.
Informasi lain menyebutkan kalau saat itu terjadi korsleting listrik di sebuah rumah di samping pangkalan sehingga api menyambar BBM jenis petralite dan menjalar ke lokasi lain.
Upaya pemadaman pun dilakukan dengan bantuan beberapa mobil tangki. Proses pemadaman dilakukan hingga tiga jam. Api terus mengepul disertai asap hitam pekat. Api baru bisa di padamkan tepat pukul 15.30 wita.